Penginapan Isolasi Mandiri Karyawan Amman Mineral Dinilai Tak Nyaman, Sebagian di Lombok

KMCNews – Perusahaan tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara akhirnya akan melakukan Isolasi mandiri ribuan karyawannya di Townsite areal perusahaan dan sebagian di Pulau Lombok.

Ini menyusul keluarnya keputusan melalui pembahasan secara marathon antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Managemen Amman Mineral, sejak tanggal 21 April lalu, hingga keluarnya keputusan hari ini, Kamis (23/4/2020).

“ Keputusan ini diambil memperhatikan berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat, serta sesuai dengan arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat yang merupakan tanggapan atas surat Bupati Sumbawa Barat tanggal 21 April 2020,” ungkap Dr.H.W Musyafirin, MM Bupati KSB seperti dalam releasenya yang disampaikan kepada Media hari ini Kamis (23/4/2020).

Adapun keputusan seperti disampaikan dalam press relase Bupati Sumbawa Barat yakni :

  1.  AMNT harus mengoptimalkan penggunaan fasilitas sarana dan prasarana di Batu Hijau untuk isolasi mandiri dan roster break bagi karyawan yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat.
  2. Apabila masih terdapat karyawan asal Kabupaten Sumbawa Barat yang tidak tertampung di dalam fasilitas PT. AMNT di Batu Hijau untuk isolasi mandiri dan roster break, maka karyawan tersebut dapat ditempatkan di fasilitas PT. AMNT yang berada di Pulau Lombok dengan menjamin kesehatan karyawan secara maksimal.
  3. Kepada karyawan akan diberi kesempatan untuk menjalani Ramadhan bersama keluarga selama 1 (satu) minggu dengan pengaturan Roster lebih lanjut oleh PT. AMNT.
  4. Kebijakan  ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu tanggal 23 April 2020 sampai dengan akhir Mei 2020.
Foto dari Sumber KMCNews, Rencana yang diduga sebagai Tempat Isolasi Karyawan AMNT di Townsite

Mencermati isi poin kedua dalam release tersebut, otoritas di Amman Mineral hingga berita ini diturunkan, Kamis Malam (23/4/2020) belum menjawab konfirmasi media, sehingga belum jelas berapa karyawan KSB khususnya yang dimaksud, baik yang akan isolasi di Townsite maupun di Pulau Lombok, apakah ini solusi sepenuhnya dari polemik dan silang pendapat sebelumnya.

Seperti ramai diberitakan media, polemik sebelumnya dimana sebagian komponen masyarakat KSB angkat suara terkait hal ini dan menghendaki agar Isolasi dilakukan di Hotel di KSB dengan alasan dampak secara ekonomi, namun disisi lain tidak sedikit pula yang menghendaki isolasi dilakukan sepenuhnya di Pulau Lombok sesuai harapan perusahaan, untuk memaksimalkan keselamatan dan kesehatan karyawan ditengah penanganan Covid-19, sejumlah karyawan pun  kepada media mengaku sempat terombang ambing akibat adanya silang pendapat tersebut.

Pemerintah KSB pun bahkan disaat hari yang bersamaan dengan keberangkatan karyawan menuju rencana isolasi di Pulau Lombok pada 17 April lalu, mengeluarkan peermintaan penundaan Surat Ijin Berlayar (SIB) Kapal Cepat di pelabuhan Benete yang menjadi saran transportasi  karyawan Amman Mineral menuju Pulau Lombok, permohonan pencabutan ijin inipun disampaikan Dinas Perhubungan ke otoritas di Pelabuhan  Benete dengan alasan menyusul adanya Surat edaran Bupati untuk menutup akses masuk ke KSB dan hanya pintu masuk dari Talonang dan Poto Tano saja yang dibuka.

Akibatnya pun rencana isolasi karyawan Amman Mineral ke Pulau Lombok yang sudah siap-siap berlayar pun batal, selang beberapa hari kemudian sebelumnya keputusan hari ini dibuat, sempat berkembang isolasi akan dilakukan di Kota Taliwang di Sejumlah Hotel yang ada.

Hotel Grand Royal yang merupakan salah satu Hotel yang ada di Taliwang, melalui salah satu karyawannya yang enggan dipublish ditemui Media, mengaku sempat dihubungi Managemen Amman Mineral saat itu terkait rencana Isolasi.

Menurut karyawan ini Grand Royal siap dengan 40 kamar dari 75 kamar yang ada di Hotel tersebut, informasi lainnya yang diserap KMCNews sejumlah Hotel seperti Hotel IFA dan bahkan alternatif Rumah Susun sempat dijadikan pilihan.

Sementara, informasi dihimpun KMCNews foto rencana tempat isolasi di Townsite yang akan digunakan, terkesan tidak memenuhi kelayakan dari sisi kesehatan, fasilitas penginapan dinilai tak ubahya seperti penginapan losmen dengan tarif termurah, dimana terlalu ramai bergerombol dalam satu ruangan.

Meski demikian kabar mengembirakan seperti dalam release Bupati, karyawan khusus KSB diperkenankan istirahat bersama keluarga selama sepekan di rumahnya masing-masing guna menghadapi bulan Suci Ramadhan.

Kapal Cepat Pelabuhan Benete Kembali Dibuka

Sarana transpotasi Kapal Cepat bagi karyawan Amman Mineral dan sebagian untuk masyarakat KSB melalui Pelabuhan Benete, rencananya Jum’at besok kembali beroperasi ini menyusul ditariknya Surat Ijin Berlayar kembali diterbitkan.

“ SIB sudah boleh diterbitkan mulai hari ini, (Kamis-red), ada surat Bupati ke Kepala UPP kelas II Benete dikirim tadi,”terang H. Abdul Hamid,S.Pd,M.,Pd kepada KMCNews, Kamis Malam.

Dengan demikian pintu masuk KSB melalui Pelabuhan Benete kembali terbuka dan karyawan Amman Mineral sebagian asal KSB pun seperti rencana dan keputusan akhir Pemda bersama Managemen Amman Mineral bisa kembali berlayar ke Pulau Lombok untuk Isolasi.(K1)