Penantang Pilkada KSB Gonta Ganti Pasangan, Teranyar Hadir Paket Simpati

KMCNews – Otak atik komposisi sejumlah pasangan jelang Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat 2020 terus terjadi, politik KSB pun benar-benar dinamis khususnya dibarisan penantang.

Sejumlah figur yang dari awal menyatakan kesiapannya maju hingga sejauh ini tetap komitmen untuk tampil, diantaranya Andi Azisi Amin, H.M Nur Yasin (Ustat Non), KH. Syamsul Ismain dan Mustakim Patawari.

Hanya saja diantara nama-nama tersebut, untuk menyatukan persepsi berpasangan satu sama lain tidak mudah apalagi jika dikaitkan dengan Parpol yang akan dijadikan kendaraan politik, karena tidak semua diantara figur ini memiliki Parpol atau minimal sebagai kader Parpol.

Akibatnya silih berganti diantara figur yang ada terjadi gonta ganti pasangan, selain dorongan sejumlah komponen masyarakt sekaligus juga dalam rangka meraih simpati masyarakat luas, dan sudah tentu kemudian untuk merebut kepercayaan Parpol sebagai kendaraan Politik.

Publik pun mencatat, wacana berkembang diawal Andi Azisi Amin digadang dengan Ustadz Non, kemudian Ustat Non digadang dengan Mustakim Patawari, selanjutnya Ustat Non dan KH. Syamsul Ismain, namun komposisi pasangan figur ini tidak ada yang bertahan lama, dan berakhir bubar ditengah jalan.

Jumlah figur tadi tidak sebanding dengan sisa parpol yang ada, ini kemudian menjadi menarik, disisi lain mayoritas Parpol yang ada lebih awal telah menyatakan lebih dulu berada dibarisan calon petahana F3 (Musyafirin- Fud Syaifuddin).

Sementara Parpol yang tersisa dan sejak awal dalam catatan media tidak akan mendukung Petahana, yakni PBB dan Partai Demokrat.

PBB diketahui memiliki kader yakni KH. Syamsul Ismain wakil Ketua DPW PBB NTB sementara Partai Demokrat sejak awal mengusung Ketua DPD KSB Mustakim Patawari sebagai kandidat Bakal Calon Wakil Bupati.

Ketika dua nama ini kemudian muncul berpasangan dan disingkat paket Simpati (Syamsul Ismain- Mustakim Patawari) pekan ini, akankah mengerucut hingga ke pentas Pilkada KSB 2020, nampaknya terus berproses dan waktu yang menjawab, sebab pasangan ini butuh satu Parpol lagi sebagai pengusung atau minimal satu kursi di DPRD KSB, hingga penuhi syarat lima kursi.

Menanggapi ini, KH Syamsul Ismain dihubungi KMCNews, Jum’at 19 Juni menyatakan, biarlah waktu yang akan menjawab segala taqdirnya.

“Alhamdulillah pasangan lama baru muncul,” tambah Kyai Syamsul, sapaan Pimpinan Pondok Pesantren Himmatul Ummah tersebut.

Menyinggung Parpol lebih khusus, Ketua MUI KSB ini mengatakan, dalam proses ikhtiar.

Lalu bagaimana dengan H.M Nur Yasin dan H.Andi Azisi Amin, kedua tokoh ini mengklaim tetap akan maju, Ustadz Non dalam keterangan pers kepada KMCNews sebelumnya menyatakan, tetap akan maju dan sudah mengantongi bakal calon wakil, menurut ulama KSB ini bila waktunya akan diumumkan dan parpol yang akan digunakan masih tetap sama, namun enggan disebutkan, jika dilihat dari proses penjaringan sebelumnya Ustadz Non daftar sebagai Calon Bupati di Partai Demokrat dan PAN.

Sementara H.Andy Azisi Amin sebelumnya dikabarkan siap maju dan telah memiliki pasangan yakni Samun Fakhruddin, menyinggung Parpol, juru bicara pasangan ini, Joy Gusti Lanang mengatakan tengah membidik Koalisi Biru yang tengah digagas elit Parpol di Provinsi, khusus koalisi biru ini seperti diketahui koalisi terdiri dari PAN, Demokrat, dan Partai Nasdem.

H.Andi Azisi Amin sendiri sebelumnya diketahui telah mengikuti penjaringan di sejumlah Partai diantaranya, PKS, PKPI, Partai Demokrat.

Sementara itu, mencermati dinamika yang ada sejauh ini, dan melihat semangat figur penantang yang akan tampil, maka wacana kotak kosong sebagai lawan pasangan Petahana sepertinya tak akan terjadi, meski kemudian butuh lobby ekstra dan strategi bagi pasangan penantang untuk meraih kesempatan diusung Parpol.

Peluang tampilnya penantang ini juga terbuka, jika publik kembali ingat statemen Calon wakil Bupati Petahana Fud Syaifuddin dalam launching Pilkada KSB lalu yang mengatakan, petahana akan memberikan kesempatan agar proses demokrasi berjalan sesuai diharapkan sehingga lahir pemimpin yang benar-benar dicintai rakyat, kesempatan yang dimaksud yakni tidak akan borong semua Parpol atau dengan kata lain menyisakan Parpol yang ada.(K1)