Pemerintah Tak Berdaya Sikapi Pasar Bayangan

KMCNews – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, hingga memasuki akhir tahun 2017 seakan tidak berdaya menyikapi persoalan adanya pasar bayangan di seputaran Kota Taliwang yang telah menahun.Betapa tidak, beberapa kali ditertibkan, tetap saja pasar bayangan tersebut muncul kembali.

Pemerintah dinilai lamban menangani masalah ini padahal dampaknya sangat merugikan oknum tertentu, sejumlah masyarakat sangat berharap pemerintah segera menertibkan selamanya masalah ini, dan  mencari solusi baik pedagang maupun pemilik halaman rumah yang menjadi lokasi pasar bayangan yang dituding ngeyel tersebut tidak juga lantas merasa dirugikan.

Pemerintah setempat sebelumnya telah melakukan penertiban dan hanya melarang penjual berdagang di trotoar jalan namun harus di halaman pekarangan rumah atau tanah kosong, namun tetap saja itu menjadi pasar bayangan dan bahkan kini trotoar jalan tetap saja jadi pilihan pedagang.

Informasi yang dihimpun media ini, pedagang yang ada di pasar bayangan berasal dari sejumlah Desa, ada yang dari Labuhan Lalar, Kertasari dan Seloto serta sebagian asli dalam Kota Taliwang.

Dari 3 titik yang ada, pedagang pasar bayangan ini ada yang berjualan di trotoar jalan dan ada yang di halaman depan rumah penduduk khususnya seputaran kelurahan Arab Kenangan.

Meski berjualan di trotoar dilarang tetap saja mereka nekat berjualan dengan alasan lebih dekat dengan calon pembeli, sementara yang jualan di halaman rumah, konon mereka di fasilitasi pemilik rumah atau pemilik halaman,  dan pedagang ini memberi bayaran harian secara kelompok kepada empunya halaman rumah.

Akibat adanya pasar bayangan sangat menganggu pengguna jalan yang setiap hari melintasi lokasi tersebut, dari pagi hingga sore hari.

Selain itu dampak utama dari keberadaan pasar yang menjual kebutuhan ikan dan sayuran ini, mengakibatkan kunjungan masyarakat ke pasar induk semakin menurun.

Hal ini tentu sangat dikeluhkan pedagang pasar induk, mereka berharap Pemerintah lebih tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan dan tidak merugikan pihak tertentu.

“ Orang datang ke pasar sepi, karena kebutuhan hariannya sudah diperoleh diluar pasar, kami harap pemerintah lebih tegas menyikapi persoalan ini, masa sudah bertahun ini tidak bisa diatasi kemana pemerintah,”tandas salah seorang pedagang kepada KMCNews, yang enggan namanya diberitakan.(K1)

 

 

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *