Pembangunan Smelter di Antara Peran Ulama dan Tangisan Warga Otak Keris

KMCNews – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya melakukan langkah nyata membantu perusahaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara dalam percepatan pembangunan Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.

Selain membentuk tim percepatan pembangunan smelter, Pemerintah juga membentuk tim khusus pembebasan lahan, khusus untuk pembebasan lahan ini Pemerintah dibuat bekerja ekstra, pasalnya sebagian warga terutama yang ada di Dusun Otak Keris Desa Maluk Kecamatan Maluk, sedikit bertahan untuk melepaskan tanahnya.

Berbagai komponen masyarakat pun terlibat dalam upaya mendukung pembangunan smelter ini demi terciptanya peluang baru ditengah masyarakat, seperti lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lainnya.

LSM KORTAM Blokade Jalan Menuju Otak Keris

Sebut saja, LSM KORTAM misalnya melakukan aksi turun ke jalan beberapa kali mengajak agar masyarakat yang ada di Otak Keris untuk bekerjasama membantu Pemerintah dengan melepaskan tanahnya dengan nilai yang sewajarnya sesuai ketentuan yang diatur, terakhir LSM Kortam kembali melakukan pemblokiran jalan menuju Dusun Otak Keris, Rabu (21/8/19) kemarin.

Mencermati perkembangan yang terjadi, di hari yang sama Bupati KSB, Dr.H.W Musyafirin,M.M, Kapolres KSB, Mustofa, S.Ik, M.H dan Dandim KSB, Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T, mengundang ulama dan sejumlah tokoh agama ke Graha Fitrah membahas khusus masalah ini, dalam pertemuan tersebut juga turut dihadiri Managemen PT AMNT yang diwakili oleh Madiyan Sahdianto.

Bupati KSB, Dr.H.W Musyafirin dihadapan ulama memaparkan, apa yang sedang terjadi terutama kendala dalam pembebasan lahan di Dusun Otak Keris, Bupati mengajak ulama untuk turut berpartisipasi dalam mensukseskan rencana besar pembangunan Smelter tersebut, secara khusus Bupati mengajak peran serta ulama dengan mengingatkan warga KSB lebih khusus warga Otak Keris untuk melepaskan lahannya dan mendukung pembangunan Smelter dengan cepat.

Mendengar pemaparan Bupati, sejumlah ulama yang hadirpun turun bersepakat dalam mendukung rencana besar tersebut. Ketua MUI KSB, KH. Syamsul Ismain, Lc berpandangan, bahwa pembangunan Smelter menjadi harga mati bagi KSB, beberapa upaya sudah dilakukan Pemerintah KSB, Kapolres KSB dan Dandim KSB maka ulama pun menurut pengasuh Pondok Pesantren Himmatul Ummah tersebut, siap Jihad Fisabilillah karena untuk kemaslahatan orang banyak.

“ Ini adalah tanggung jawab kita dan kita harus berjihad kita tidak punya tenaga tapi kita harus maksimal, dan kita akan mengukir sejarah kalau tidak hari ini kita bisa untuk berbuat lebih banyak untuk KSB atau untuk masyarakat, maka sesungguhnya kita akan menjadi catatan sejarah, kalau hari ini kita bisa ukir sejarah maka nama kita itu akan menjadi amal jariah sepanjang masa, maka kita tidak perlu saling mendebat jadi kita beberapa tokoh masyarakat satu komando, apa yang disampaikan pak Bupati mari kita bergerak bersama, semua kita akan berangkat,” kata KH. Syamsul Ismain, sembari dijawab Insya Allah semua hadirin ulama lainnya.

Seusai pertemuan, sejumlah ulama KSB seusai Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung Darussalam kemudian diajak bertolak menuju Kecamatan Maluk, disana Bupati, Kapolres, Dandim bersama ulama serta sejumlah massa LSM Kortam yang melakukan aksi blokir jalan menemui perwakilan warga Dusun Otak Keris di Gedung Serbaguna Maluk.

Suasana Pertemuan di Maluk antara Warga Otak Keris dan Bupati KSB

Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah cuaca yang cukup panas tersebut, akhirnya mencair sejumlah Warga Otak Keris pun rela melepaskan lahannya, sejumlah warga pun tak kuasa menahan tangis karena lahannya yang selama ini ditempati sekaligus menjadi penghidupan mereka sebagai petani harus rela dilepas untuk pembangunan Smelter.

Melihat peran ulama dan tangisan warga Otak Keris, sebagian warga KSB pun mengingatkan agar PT AMNT benar-benar berkomitmen memenuhi janjinya untuk pembangunan dan percepatan pembangunan Smelter sesuai terget dan amanat yang diatur dalam undang-undang yang ada.