Pedagang Kecil Syukuri Keberadaan Taman Tiang Enam, Ini Harapan Mereka

KMCNews, Sumbawa Barat – Keberadaan Taman Tiang Enam di Kota Taliwang menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang kecil di wilayah setempat.

Sejak taman bekas Pasar Taliwang yang dibangun melalui dana APBN dua tahun lalu tersebut, para pedagang kecil mengaku mendapat rejeki yang lumayan dari aktivitas berjualan dan menawarkan jasa mainan anak yang dilakukan mereka setiap malam.

Jon, nama akrab salah satu pedagang Taman Tiang Enam misalnya, mengaku bisa mendapatkan penghasilan Rp. 200.000 per malam bahkan jika pada saat pengunjung ramai seperti malam minggu atau ada kegiatan hiburan bisa meraup rejeki sampai Rp. 500.000,-.

“ Ini tentu patut kami syukuri, karena itu kami berkewajiban menjaga asset ini,”kata Jon, mantan sopir bus yang kini memiliki salah satu lapak di Taman Tiang Enam, untuk menjajakan kopi dan kue gorengan bersama istrinya.

Untuk menjaga asset ini, atas dasar kesadaran bersama dan kesamaan aktivitas, pedagang setempat sepakat membentuk Asosiasi Pedagang Taman Tiang Enam (APT), ada sekitar 53 pedagang tergabung dalam APT tersebut.

Ketua APT, Firman Jawaz mengaku salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjaga asset Taman Tiang Enam adalah masalah kebersihan dan keamanan.

Menurutnya dua hal ini menjadi masalah yang kerap kali dihadapi dan dicarikan solusi bersama, dimana dalam hal kebersihan sumber utama dari masalah ini adalah pengunjung dan warga sekitar.

Mereka pengunjung dan warga sekitar menurut Firman, menjadi penyumbang sampah terbesar, khusus pengunjung padahal sudah disediakan bak sampah namun tetap saja buang sampah disembarang tempat, sedangkan masalah dari warga sekitar Taman Tiang Enam ini dijadikan tempat akhir pembuangan sampah.

“ Kalau warga sekitar biasanya membuang sampah rumah tangganya dini hari sampai menjelang subuh, ini tentu menjadi masalah jika sampah tidak segera diangkut oleh pihak terkait, bahkan sampah bisa menumpuk berhari-hari,”ujarnya.

Sedangkan salah satu sumber sampah lainnya yang bersumber dari pedagang, menurut Firman menjadi tanggung jawab pedagang itu sendiri, dan sampah pedagang ini tidak jadi masalah karena pedagang bertanggung jawab menjaga asset Taman Tiang Enam, apalagi dengan adanya APT.

“ Kami berharap semua pihak baik pedagang, pengunjung dan warga sekitar mari bersama –sama menjaga kebersihan, karena ini adalah fasilitas publik yang mesti dijaga bersama, dan kepada Pemerintah khususnya dapat mencermati masalah ini dan secara konsisten merawat aset tersebut dan kami dari APT siap membantu,” harap Firman.

Terhadap masalah keamanan, Firman juga berharap dalam hal ini khususnya kepada Pemerintah agar dapat berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri termasuk menempatkan personil Pol PP di sekitar Taman Tiang Enam.

Hal ini menurutnya bukan tanpa alasan, beberapa kali di Taman Tiang Enam kerap kali terjadi tawuran bahkan sampai ada yang membawa senjata tajam.

Dibagian akhir, Firman berharap Taman Tiang Enam sebagai Fasilitas Publik, dengan mengedepankan estetika sebagai mana lazimnya sebuah Taman, para pedagang kedepan dapat diseragamkam model lapaknya, seperti rombong ataupun tendanya.

“ Ini yang sedang kami pikirkan baik dari APT itu sendiri, namun juga tentu kami berharap ada campur tangan Pemerintah dalam hal ini membantu baik dari sisi peralatan maupun dari pembinaan SDM yang berkelanjutan,”demikian pungkas Firman Jawaz.(K1)