Pangkalan Mitan Di KSB Desak Pemerintah Panggil Agen

KMCNews – Rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, memanggil agen minyak tanah (Mitan) UD. Ghazi Muhammad mendapat respon positif dari pangkalan Mitan di KSB.

Pemanggilan terkait adanya iuran yang diduga pungli dilakukan agen tersebut oleh pangkalan dinilai wajib dilakukan.

” Kita ingin minta pertanggung jawaban agen ini, untuk apa sebenarnya iuran digunakan, kami juga heran mengapa Pemerintah sendiri tidak tahu menahu masalah ini, karena itu kami mendesak pemerintah wajib melakukan pemanggilan terhadap agen tersebut,” ujar salah seorang pemilik pangkalan minyak di KSB.

Baca Juga : Pangkalan Mitan Di KSB Duga Agen Lakukan Pungli

Mengenai penjelasan pihak agen seperti diberitakan media ini sebelumnya, yang menyatakan bahwa iuran Rp. 100 ribu pertiga bulan digunakan untuk biaya administrasi pangkalan diantaranya, untuk membuat kartu pangkalan dan papan pangkalan dirasakan tidak benar, sebab sejauh ini kartu pangkalan tidak pernah ada.

“Sementara untuk pembuatan papan pangkalan, kami sendiri bayar lagi Rp. 50 ribu, jadi bohong kalau uang tersebut digunakan untuk keperluan ini, karena itu kami minta iuran ini dihapus saja karena tidak jelas, disamping iuran seperti ini sifatnya tidak adil karena yang dapat kuota banyak dan sedikit membayar sama,” ketus pemilik pangkalan yang enggan namanya diberitakan.

Sedangkan mengenai form perjanjian kontrak, pihak pangkalan ini lagi merasa heran dengan bentuknya yang seadanya tidak menggambarkan perjanjian kontrak yang resmi, apalagi pihak agen membawa nama pertamina dalam perjanjian kontrak dinilai sebagai bentuk akal akalan.

“Nanti kita akan cek benar gak ada semacam syarat atau instruksi dari Pertamina mengenai Iuran administrasi ini,” pungkasnya.(K1)