Ngiring Pengantin Duda Janda Meriahkan Karnaval Desa Seloto

Lukmanul Hakim : Karnaval Bertujuan Untuk Memperkuat Jalinan Persatuan dan Kesatuan Warga

KMCNews, Seloto – Puncak perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia benar-benar berlangsung meriah di Desa Seloto Kecamatan Taliwang. Jumat(17/8) sore tadi, warga masyarakat berbaur menjadi satu dengan digelarnya karnaval oleh Pemerintah Desa setempat.

Karnaval atau pawai yang digelar menjadi tradisi rutin yang diselenggarakan dari tahun ke tahun, setelah sebelumnya melaksanakan upacara pengibaran bendera.
Setiap RT diwajibkan mengirim delegasinya dan mempertunjukkan kreasi sesuai yang ditentukan seperti tentang pendidikan, lingkungan pertanian, keagamaan dan kebudayaan.Meski begitu, ada juga beberapa RT yang keluar dari tema, namun demi meramaikan acara, pihak panitia memakluminya.

Sebut saja peserta karnaval RT 14 Dusun Lenang Late, menampilkan kreasi budaya dengan kemasan kocak dan sedikit nyeleneh.

Betapa tidak kreasi yang disuguhkan bertema ” Ngiring Pangantan Duda dan Janda “. Kreasi yang disuguhkan sontak mengundang tawa para warga yang berbaris menonton dipinggir jalan. Pasalnya, peserta yang menjadi Pangantan ( Pengantin, Red) adalah justru dua orang insan yang memang berstatus janda dan duda. Apalagi aksi yang ditunjukkan kedua nya layaknya sepasang pengantin.

” Stutu gawe tau dua so e, apa samati rua duda ke janda (Jadikan Saja Kedua Insan itu karena mereka sama berstatus Duda dan Janda),” teriak salah seorang penonton dari halaman rumahnya sembari tertawa melihat aksi kedua insan itu.

Peserta Karnaval dilepas langsung dari Lapangan Sepak Bola Desa Seloto. Kepala Desa Seloto, Lukmanul Hakim, SP mengatakan, karnaval itu tak hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi bertujuan untuk meningkatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar warga.

“Dengan demikian dapat menunjukkan kebersamaan dan kekompakan warga di Desa Seloto ini,” ujarnya.
Kades muda ini juga nampak larut dalam keceriaan warga. Ia bahkan didapuk untuk membaur dengan para peserta karnaval. Antusiasmenya sangat tinggi, karena tidak hanya kaum muda tetapi juga diramaikan para orang tua.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menumbuhkan kreatifitas, rasa cinta tanah air, serta memperkuat jalinan persatuan dan kesatuan. Selain juga menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi dan menggambarkan ciri khas serta keberhasilan pembangunan desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk tetap kompak dan menanamkan semangat juang para pahlawan, menampilkan keanekaragaman, potensi hingga kekayaan desa yang dimili,” demikian Lukmanul Hakim. (K.SZI/D K)