oleh

Merdeka itu, Ketika Pak Adi Berjuang Lawan Sampah Warga di Jembatan Sampir Tanpa Pamrih

Sumbawa Barat – Jembatan Sampir yang terletak membentang di Sungai antara Lingkungan Motong dan Lingkungan Sampir Kecamatan Taliwang menjadi lokasi yang dianggap nyaman bagi sebagian warga yang tidak bertanggung jawab guna membuang sampah.

Karena tanpa pengawasan, dilokasi ini baik siang dan terutama malam hari sampah dibuang ke tengah sungai, sebagian besar sampah itu kemudian menumpuk dibawah jembatan ketika musim kemarau dimana sungai lagi dangkal.

Salah seorang warga Sampir, Abdul Hadi (45) menjadi sosok yang perihatin dan penuh perhatian melihat kondisi miris itu.Tanpa Pamrih Adi sapaannya, setiap hari berjuang melawan tumpukan sampah ini.

Lepas dari pekerjaannya sebagai buruh, ia menyiapkan waktu dibawah jembatan sampir memungut dan membersihkan sampah warga yang dibuang sembarangan tersebut, sebagian jika sampah kering ia kemudian membakar sampah yang sebelumnya telah ia tumpuk didaratan pinggir sungai.

Beberapa warga yang melihat Adi, mengaku cukup terkesan dengan semangatnya yang begitu peduli, menurut Kaharuddin warga Lingkungan Motong yang kerap melihat aksi Adi hanya bisa berdecak kagum.

“ Untung ada beliau, Sampah setiap hari menumpuk disitu dan Pak Adi tanpa kenal lelah biasanya mulai jam 12 siang bahkan hingga larut malam ia disitu bersihkan sampah kami sering melihatnya,” ujar Kaharuddin.

Ditemui KMCNews di bawah jembatan Sampir, Adi nampak tengah memungut sampah yang mengalir di sungai untuk diangkat ke daratan dengan peralatan seadanya.

Ia mengakui jika apa yang dilakukannya selama ini adalah bentuk kepedulian disaat waktu luang seusai mengais rejeki sebagai buruh.

“ Ya saya sudah 5 tahun bersihkan sampah seperti ini di bawah jembatan sampir, saya biasanya mulai jam 12 siang sampai tengah malam,”akunya polos.

Salah Seorang Warga Tertangkap Kamera sedang Buang Sampah dr atas Jembatan Sampir di Siang Hari, sementara Pak Abdul Hadi Tengah Sibuk Bersihkan Sampah dibawah Jembatan

Adi mengatakan warga yang membuang sampah paling banyak dimalam hari, biasanya sampah dibungkus tas kresek besar dan ada yang buang dengan karung.

“ Ya bisa 10 lebih orang per malam, kalau siang hari juga ada yang buang sampah tapi tidak sebanyak malam hari,”katanya.

Entah musim hujan disaat air sungai meluap, Adi menambahkan bila sampah menumpuk disekitar jembatan Sampir tetap dibersihkan.

Adi berharap Pemerintah bisa melukakan pengawasan terhadap warga yang membuang sampah, terutama saat air sungai lagi dangkal seperti ini,  sampah  bisa merugikan orang lain seperti petani keramba di sekitar.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya