Mengimplementasi nilai  Pancasila sangat penting bagi Mahasiswa dalam kehidupan kampus, karena Mahasiswa merupakan generasi penerus atau sebagai aktor perubahan dalam pemerataan pembangungan dimasa akan datang.

Mahasiswa yang seharusnya menjadi roda penggerak implementasi Pancasila namun akhir-akhir ini semangat itu mulai terkikis sedikit demi sedikit akibatnya jarang kita temukan.

Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas bentuk implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan kampus. Sebenarnya implementasi nilai Pancasila dapat kita lakukan kapan saja dan dimana saja terlebih lagi bagi mahasiswa seperti saya.

Sebagai mahasiswa tentunya memiliki lingkungan yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Berikut ini bentuk implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan kampus terutama di lingkungan Kampus Universitas Samawa (UNSA).

  1. Ketuhanan yang Maha Esa

Sila pertama memiliki pengertian bahwa warga negara harus mengakui Tuhan yang Maha Esa sebagai zat yang Utama di atas kehidupan yang ada. Terlebih lagi kehidupan beragama di Indonesia sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa keyakinan yang dianut oleh warga negara Indonesia seperti Islam, Budha,Hindu, Kristen, Katolik, Protestan dan lain sebagainya.

Kehidupan yang seperti ini juga tercermin dalam kehidupan kampus di Universitas Samawa. Mahasiswa-mahasiswa yang ada di Kampus UNSA terdiri dari berbagai keyakinan yang dianut dan diyakini oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, jika sebagai mahasiswa tidak dapat merefleksikan sila pertama ini bisa jadi kehidupan kampus akan sangat kacau dan nilai toleransi antar umat beragama akan rusak dan dapat menyebabkan kekacauan dalam proses pembangunan.

  1. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila kedua memiliki pengertian bahwasannya setiap warga negara Indonesia sama kedudukannya, dengan tetap menjunjung tinggi aturan dan koridor hukum yang berlaku.

Sebagaimana dijelaskan dalam undang-undang 1945 yang merupakan pedoman hidup bagi warga negara kesatuan republik Indonesia.

Baca Juga :  Pantai Maluk Setelah PT NNT Hengkang Dari Sumbawa Barat

Kehidupan bernegara di Indonesia sangat penuh dengan kemajemukan atau keberagaman baik itu suku, ras, budaya, dan agama dan Sila ini harus kita implementasikan dalam kehidupan kampus terutama kampus UNSA dimana kampus ini memiliki mahasiswa yang terdiri dari berbagai suku, ras, budaya, dan agama dari berbagai daerah.

Tentu Kita sebagai mahasiswa harus bisa menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di antara mahasiswa-mahasiswa yang lain. Rasa menghormati antar mahasiswa dapat menimbulkan keharmonisan dalam kehidupan kampus dan menjaga keberlangsungan pembangunan dalam kehidupan kampus.

  1. Persatuan Indonesia

Sila ketiga yang memiliki pengertian yaitu satu, bulat tidak terpecah-pecah. Sila ini ditujukan untuk menciptakan rasa mencintai tanah air, bangsa, dan negara. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang ini, maka disebut juga dengan nasionalisme. Nasionalisme merupakan perasaan mencintai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Bila dikaitkan dalam kehidupan kempus adalah sebagai contoh organisasi kemahasiswaan, mereka membentuk suatu organisasi atau perkumpulan mahasiswa dari berbagai macam latar belakang disiplin ilmu. Hal tersebut merupakan salah satu bukti bahwa adanya sikap dan upaya untuk menjalin rasa kebersamaan diantara para mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan dan pemuda Indonesia.

  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Sila ini memiliki pengertian yaitu musyawarah dan kehidupan berpolitik. Sebagai contoh kehidupan politik di kampus adalah adanya kebiasaan untuk melakukan musyawarah dan diskusi atau biasa disebut shearing terkait tentang isu-isu yang ada. Kebiasaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyatukan pendapat ataupun suara dan masukan dari berbagai sumber supaya nantinya keputusan yang akan diambil dapat memperlancar proses pembangunan kampus terlebih pembangunan nasional.

  1. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Baca Juga :  HUT Dekranas ke-41, 10 Pengrajin NTB Dapat Bantuan Modal Usaha

Sila ini mengandung makna yaitu adil atau dapat saya katakan sesuai porsi masing-masing. Dalam kehidupan kampus nilai ini sangat kita perlukan supaya proses pembelajaran dan pengembangan ilmu tidak terjadi kesimpangan antara disiplin ilmu satu dengan yang lain. Dengan begitu akan tercipta keharmonisan dalam proses pengembangan ilmu.

Penjabaran nilai-nilai sila Pancasila di kehidupan kampus diatas merupakan salah satu contoh yang dapat kita lakukan untuk mengimplementasikan Pancasila. Nilai-nilai Pancasila antara sila satu dengan sila yang lain saling berkaitan dan memiliki prioritas berdasarkan urutan silanya. Mungkin kita masih belum tersadarkan betapa pentingnya kita harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Mungkin kita juga berpikir “ah, gak penting” justru malah sebaliknya Pancasila itu penting dalam kehidupan kampus, tanpa adanya nilai-nilai Pancasila dalam diri kita keharmonisan tidak akan tercipta terlebih tujuan kita bersama bisa jadi tidak akan tercapai.

Mungkin kita bertanya-tanya apakah Pancasila masih mampu menjawab tantangan-tantangan dalam era globalisasi? Menurut saya “ya, Pancasila masih mampu asalkan kita mau meyakini dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila tersebut dalam kehidupan kita.”. lalu apakah kita bisa dan mau? jawabannya adalah “kita harus bisa”.

Penulis : Rahma Febrianti

Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  Universitas Samawa (UNSA)

Post ADS 1
Artikel sebelumyaAmman Salurkan Donasi Kemanusiaan Guna Bantu Pemulihan Korban Bencana Alam di Cianjur
Artikel berikutnyaExe ROCK’IN Bakal Goyang Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here