Mengandung DNA Babi, Tinggi Peminat Viostin DS dan Enzyplex Di KSB Sebelumnya

KMCNews – Sejak beredar produk obat Viostin DS dan Enzyplex di Sumbawa Barat memiliki peminat yang cukup tinggi.Hal ini berdasarkan pengakuan pemilik dan karyawan sejumlah apotik yang beroperasi di Taliwang yang ditemui media ini, Selasa (6/2/18).

Produk yang telah dicabut ijinnya oleh BPOM, menyusul karena mengandung DNA Babi tersebut, kini sudah tidak lagi beredar termasuk di sejumlah apotik dan toko modern, baik Alfamart dan Indomaret.

Salah seorang pemilik apotik mengaku, sejak sepekan terakhir memang produk tersebut telah ditarik dan tidak boleh dijual lagi menyusul beredarnya informasi mengandung DNA Babi.

” Bahkan tadi ada dari pihak BPOM datang untuk memantau peredaran produk tersebut, namun di apotik kami stocknya juga sudah habis, sebelumnya memang tinggi permintaan terhadap produk ini terutama Viostin DS, semua karena ketidak tahuan,” ujar salah seorang pemilik apotik yang enggan namanya diberitakan.

Berbeda dengan apotik ini, salah seorang pegawai apotik lainnya Syaifullah mengaku, stock produk Viostin DS masih ada sekitar 85 strip atau 8.5 box, namun kini telah dikembalikan ke distributor menyusul adanya larangan BPOM, sementara untuk produk Enzyplex telah lama habis stock dan tak lagi dijual dan beredar.

” Konsumen Viostin DS di KSB ini cukup tinggi memang, terutama dari kalangan orang tua karena dipercayai khasiatnya sangat bagus untuk masalah nyeri otot, begitu juga dengan Enzyplex peminatnya juga tinggi untuk masalah pencernaan, sejak informasi masalah ini beredar kami langsung tidak lagi menjual ke konsumen,” ujar Syaifullah, salah seorang pegawai apotik di Taliwang yang diamini rekannya L.Kusnandar kepada media ini.

Sementara itu, pihak BPOM Mataram yang enggan namanya diberitakan ditemui media ini disalah satu apotik mengaku, dari sekian apotik yang dikunjungi hari ini di KSB dalam memantau peredaran dua produk tersebut, hanya menyisakan 2 apotik dengan jumlah 9 box produk Viostin DS yang masih tersisa sedangkan Enzyplex sudah tidak beredar, pihaknya telah meminta apotik tersebut untuk mengembalikan produk tersebut ke pihak distributornya.

Sedangkan untuk peredaran di toko modern alfamart dan indomaret menurut pihak BPOM tadi, secara umum produk tersebut sudah tidak lagi beredar.(K2)