Kyai Syamsul dan Penantang Pilkada KSB Mundur, Benarkah ?

KMCNews – Meski situasi ditengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat memastikan tidak akan melakukan penundaan lagi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada Desember 2020.


Namun demikian, di Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, jelang Pilkada yang nyaris menyisakan waktu 6 bulan, sejumlah bakal calon yang akan tampil terutama penantang terkesan memilih mundur.


Hal ini tercermin dalam sejumlah postingan di media social yang dilakukan serempak oleh tokoh-tokoh yang ada di barisan penantang, postingan yang dibuat beberapa hari lalu tersebut, membuat publik KSB dalam sepekan terakhir bertanya ada apa dan apa sebenarnya terjadi.


Pimpinan Pondok Pesantren Himmatul Ummah KH. Syamsul Ismain, Lc, figur yang selama ini tampil ke permukaan dan digadang akan maju berpasangan dengan Drs.H.M Nur Yasin, sebagai pasangan bakal calon penantang, dalam postingannya di Media Social Facebook pribadi dengan akun Syamsul Ismain menulis pertama kali terkait ini pada 3 Juni 2020.

Postingan Kyai Syamsul Sehari kemudian (4/6/2020)

Selain Kyai Syamsul sebagai bakal calon, Supardinata yang selama ini dikenal sebagai jubir pasangan bakal calon penantang, dalam postingannya di akun medsos pribadinya Leo Ardinata pada 4 Juni 2020 menulis.

Publik KSB pun penasaran, apa maksud postingan – postingan tersebut, baik di postingan Kyai Syamsul maupun Leo Ardinata, warganet menyerbu dengan berbagai komentar, ada yang menangkap jika Kyai Syamsul terkesan memilih mundur dalam pentas Pilkada dan adapula yang berharap tetap maju dan semangat sembari memberi support jangan menyerah.

Menjawab pertanyaan publik, dimana postingan tersebut sebagian beranggapan multi tafsir, KMCNews mengkonfirmasi secara khusus ke Kyai Syamsul pada Kamis (4/6/2020), apakah benar mundur, apa masalahnya, apakah tidak ada parpol pengusung, dihari yang sama Kyai Syamsul tidak memjawab pesan yang dikirm via Whatapp dan hanya membaca, namun sehari kemudian pada Jum’at (5/6/2020) Kyai Syamsul menjawab.

“ Mohon maaf belum bisa saya jelaskan apa penyebabnya mohon doanya semoga Allah memberikan yang terbaik,”ungkapnya, sembari menambahkan mohon maaf lahir dan batin.

Sementara Leo Ardinata, dikonfirmasi terkait postingannya mundur dalam politik, dan ditanya benarkah Kyai Syamsul mundur sebagai pasangan ustat Non (Drs.H.M Nur Yasin), pada Kamis (4/6/2020) hanya menjawab menunjukkan rasa enggan berkomentar jauh, kemudian dihubungi via telepon massanger tidak diangkat.

Jika diasumsikan Kyai Syamsul benar-benar mundur dalam Pilkada KSB, lalu bagaimana pandangan tokoh Parpol pengusung.

Partai Bulan Bintang (PBB) yang sejauh ini disebut-sebut sebagai Parpol terdepan dalam mengusung penantang, melalui Sekretaris DPC PBB KSB, Yoesrawan Galank kepada KMCNews, Jum’at (5/6/2020) mengatakan, terkait kebenaran Kyai Syamsul mundur bisa ditanyakan langsung, namun secara kepartaian menurutnya belum ada perubahan rencana masih tetap berpasangan dengan Ustadz Non.

“ Sesuai kesepakatan internal jika ada perubahan rencana, maka akan dibicarakan dengan tim Partai,”tambahnya

Kemudian terkait postingan di Medsos yang cukup viral, Yoesrawan mengatakan, kesan terbaca mungkin diartikan mundur, tapi menurutnya bisa jadi memiliki makna berbeda.

“ Dinamika politik soalnya, atau bagian dari strategi dan saya pastikan status itu sifatnya personal karena memang tidak dibahas di group pengusung,”ungkapnya, seraya menambahkan jika Kyai Syamsul setiap keputusan yang akan diambil harus dikomunikasikan dengan partai dan tim.

Sementara itu, informasi yang diserap KMCNews dari sejumlah sumber yang tergolong cukup intens mengamati setiap pergerakan politik khususnya Pilkada KSB sejauh ini mengatakan, jika asumsi yang beredar tentang mundurnya calon penantang tersebut bisa jadi dikarenakan kesulitan dalam mendapatkan Parpol sebagai kendaraan untuk memenuhi syarat menuju Pilkada.(K1)