KSB Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19 Selama 14 Hari Kedepan

KMCNews – Bupati Sumbawa Barat, Dr.H.W Musyafirin, MM menetapkan status tanggap darurat bencana non alam akibat Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumbawa Barat.

Penetapan status baru dari siaga darurat bencana menjadi tanggap darurat bencana berdasarkan kajian cepat Dinas Kesehatan KSB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB.

Pertimbangannya dengan adanya peningkatan eskalasi dampak penularan Covid-19 baik Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif terkewa Covid-19, maka diperlukan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak penyebarannya.

Penetapan status tanggap darurat bencana ini juga berdasarkan pertimbangan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 440/2622/SJ tanggal 29 Maret 2020 dan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana nomor 13 A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona.

Status tanggap darurat bencana non alam Covid-19 di KSB ini,  berlaku selama 14 hari terhitung sejak tanggal 24 Maret 2020 hingga tanggal 7 Mei 2020 mendatang dan dapat diperpanjang sesuai kondisi dan perkembangan yang terjadi.

“ Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada APBD melalui DPA BPBD KSB tahun anggaran 2020, dan keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni, 24 April 2020,” demikian bunyi keputusan akhir Bupati KSB, dalam Surat keputusan bernomor 188.4.45.833 tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan situasi kasus Covid-19 di KSB dari laporan Survelians Dinas Kesehatan KSB, per Jum’at  24 April jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah dari hari sebelumnya sebanyak 75 menjadi 96 orang, OTG terbesar berada di Kecamatan Taliwang, sedangkan ODP berjumlah 9 orang dimana Kecamatan Brang Ene terbanyak dengan jumlah 3 orang, sementara untuk PDP di KSB sejauh ini kembali pada angka 0.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) di KSB sejauh ini sebanyak 4.324 dengan rincian 1490 orang atau 34 % masih isolasi dan sisanya 66 % atau sebanyak 2.834 selesai Isolasi.

Sementara itu, terkait nasib 13 Tenaga Kesehatan (Nakes)  RSUD Asy Syifa yang kontak erat dengan pasien Covid-19 positif, menurut Dirut RSUD Asy Syifa dr.Carlof Sitompul berdasarkan hasil rapid test semuanya non reaktif.(K1)