KSB Perlu Pasang Sirine Tsunami

KMCNews, Taliwang – Sembilan kabupaten/kota di NTB termasuk Kabupaten Sumbawa Barat masih perlu menambah pemasangan alat Sirine “Tsunami Early Warning System” (TEWS).

Pasalnya, selain karena panjang pantainya mencapai 2.333 kilometer yang terbentang mulai dari Ampenan Kota Mataram, Pulau Lombok hingga Sape, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa dan Sumbawa Barat, ke sembilan daerah tersebut memiliki sekitar 278 pulau kecil dan merupakan daerah rawan gempa berpotensi tsunami.

” Sirine TEWS ini baru terpasang di Ampenan, Kota Mataram saja. Sementara sembilan kabupaten/kota lainnya belum ada terpasang,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, saat dikonfirmasi KMC News melalui selularnya, Selasa (7/8).

Bagi pemerintah daerah, pemasangan alat peringatan dini tsunami ini sudah harus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana.  Sebab, dengan pemasangan alat tersebut warga akan lebih siap untuk mengevakasi diri saat terjadi gempa bumi.

” Pantai-pantai kita yang  memiliki potensi tsunami tersebut bukan untuk membuat takut, tetapi tujuannya  untuk membuat kita lebih siap dan lebih tangguh. Ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terhadap bencana tsunami. Meski tidak berharap terjadi tsunami, namun jika benar-benar terjadi masyarakat sudah siap,” tambahnya.

Ia tak menyangkal Wilayah Lombok, NTB bukan baru kali ini saja diguncang gempa dan tsunami.  Karena terletak di antara patahan aktif, gempa dan tsunami pernah terjadi di Labuan Tereng pada tahun 1856, gempa berkekuatan 6,7 SR tahun  1978, gempa berkekuatan 6,1 SR tahun  2000 dan gempa berkekuatan 5,4 SR pada tahun 2013.

Begitupun Pulau Sumbawa pernah mengalami tsunami pada tahun 1920. Bahkan di Desa Lunyuk dan desa Awang  Kabupaten Sumbawa, pernah diterjang tsunami pada tahun 1977 yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 8,0 pada skala Richter berpusat di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

” Jadi secara keseluruhan wilayah NTB masuk dalam daerah berpotensi gempa disertai tsunami. Makanya kami mendorong supaya pemerintah daerah memberi perhatian terhadap bencana ini,” demikian Agus. (K.SZI/ K D)