KSB Masih Lakukan Pemadanan Data Untuk Turunkan Bantuan Sosial

KMCNews – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat hingga saat ini belum menurunkan bantuan langsung ke tengah masyarakat ditengah pandemik coronavirus disease (Covid-19). Alasannya saat ini masih melakukan pemadanan data untuk calon penerima bantuan.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bapeda Litbang) KSB, Mars Anugrainsyah S.Hut.,M.Si, menyatakan pemadanan data ini penting guna memastikan tidak ada penerima ganda dalam bantuan sosial nantinya.

“ Karena ada beberapa sumber bantuan yang nantinya akan dibagikan,  ada yang dari pusat ada yang dari Provinsi, Bupati ingin bantuan yang berasal dari dana disiapkan KSB tidak mengenai sasaran yang sudah menerima  bantuan dari pusat maupun provinsi,ini agar merata, ”  terang Mars Anugrainsyah S.Hut.,M.Si, kepada KMCNews, di ruang kerjanya Jum’at (17/4/20).

Dijelaskan Mars Anugrainsyah , ada pun bentuk  bantuan yang akan diturunkan  tengah masyarakat merupakan bantuan langsung, rinciannya bantuan Jaminan Sosial dari Pusat berupa paket sembako sebanyak 11.000 paket , dari Jaminan Sosial Sembako Gemilang Pemerintah Provinsi sebanyak 1.758.

Basis data yang digunakan untuk penerima bantuan ditegaskannya, merujuk pada Basis Data Kemiskinan Terpadu (BDT) dari BPS, jumlah BDT KSB saat ini yakni sebanyak 18 ribu KK.

Jika melihat jumlah KK yang berhak menerima bantuan sebanyak 18 ribu KK, sementara jumlah paket bantuan dari pusat dan provinsi sekitar 12 ribu, maka ditegaskan Mars Anugerainsyah, jumlah kekurangan yang dari bantuan pusat dan provinsi itulah yang akan di cover pemerintah KSB.

“Warga Sumbawa Barat yang berhak menerima bantuan langsung Jaminan Sosial nantinya adalah  warga tidak mampu, tidak dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), tidak sedang dalam menerima bantuan pangan non tunai (BNPT) dan bantuan lainnya, nah ini yang kemudian kita hitung dan data lagi karena ternyata yang terima bantuan jaminan social pusat itu juga yang terima bantuan PKH dan BNPT, itu sebabnya kita perlu pemadanan data,”jelas Mars.

Lalu kapan sebenarnya bantuan langsung ini diturunkan, sementara ditengah masyarakat mulai terjadi pelambatan ekonomi dan daya beli masyarakat, akibat Covid-19 tersebut.

Mars Anugrainsyah pun menyadari hal tersebut,   namun ia mengingatkan bahwa KSB sejauh ini masih dalam Zona Hijau artinya warga masih dapat melakukan aktivitas meski terbatas, seperti warung makan, toko dan lalu lintas belum ditutup dan dibatasi.

“ Yang jelas dana semua nya kita sudah siap, tinggal menunggu instruksi Bupati kapan mulai diturunkan bantuan kepada yang berhak tadi, sekali lagi perlu diingat disamping kita sedang melakukan pemadanan data tadi juga kita tidak mau jor-joran diawal sementara kita masih aman di Zona Hijau, kita sambil mencermati perkembangan dan segala kemungkinan kedepan sembari menyesuaikan kondisi keuangan daerah kedepan,” terang Mars lagi.

Namun demikian dibagian akhir Mars mengatakan, untuk bantuan social sebagian juga sudah berjalan, misalnya jaminan terhadap setiap keluarga KSB yang dikarantina akibat Covid-19 di rumah susun.

“Semua warga KSB yang dikarantina biaya hidup kesehariannya seperti makan dan minum selama proses karantina, ditanggung Pemda KSB dan itu sudah berjalan,”pungkasnya.(K1)