oleh

KSB Lakukan Gerakan Sosialisasi Cegah Hipertensi, Kenali Apa Itu Hipertensi

Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan.

semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal

Gejala Hipertensi

Tidak semua penderita hipertensi mengenali atau merasakan keluhan maupun gejala, sehingga hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (silent killer).

Keluhan-keluhan pada penderita hipertensi antara lain :

  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Jantung berdebar-debar
  • Pusing
  • Penglihatan kabur
  • Rasa sakit di dada
  • mudah lelah, dll

Rekomendasi tindak lanjut hipertensi

Pengobatan hipertensi merupakan pengobatan yang lama dan terus menerus sepanjang hidup.

Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan pengukuran tekanan darah awal pada pasien hipertensi dewasa tanpa kerusakan organ  target (Tabel berikut)

Nasehat untuk pasien dan keluarga dalam mengendalikan Hipertensi

Pasien dan keluarga hendaknya selalu dinasehati untuk:

  • Jangan tambahkan garam di meja makan dan hindari makanan asin, makanan cepat saji, makanan kaleng dan bumbu penyedap makanan/vetsin
  • Ukur kadar gula darah, tekanan darah dan periksa urin secara teratur
  • Minumlah obat secara teratur, sesuai instruksi dokter.
  • Tekanan darah yang diperiksa harus dicatat sehingga dapat dimonitor tekanan darahnya dengan ketat.

Pola hidup sehat yang dianjurkan untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi

Pola hidup sehat yang dianjurkan untuk mencegah dan mengontrol hipertensi adalah:

  • Gizi seimbang dan pembatasan gula,garam dan lemak (Dietary Approaches To Stop Hypertension)
  • Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
    Pria < 90 cm     Wanita < 80 cm
  • Gaya hidup aktif/olahraga teratur
  • Stop rokok
  • Hindari mengkonsumsi alkohol

Klasifikasi Hipertensi

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu :

  • Hipertensi Essensial
    atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya (90%)
  • Hipertensi Sekunder
    Penyebabnya dapat ditentukan (10%), antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme) dll.

Untuk menegakkan diagnosis hipertensi dilakukan pengukuran darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu.

Dipersembahkan oleh : Promkes Dinas Kesehatan Sumbawa Barat

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya