Sumbawa Barat – Setelah sekian lama minim informasi ditingkat lokal terkait pembangunan Smelter di Sumbawa Barat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbawa Barat menegaskan, konstruksi pembangunan Smelter akan berlangsung Oktober 2022 mendatang.

Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, S.T.,M.Si mewakili Forkompinda menyampaikan, serapan tenaga kerja untuk pembangunan konstruksi Smelter berjumlah total 2000 orang dengan target tenaga kerja lokal sebanyak 1200 orang atau sekitar 60 persen dari total naker yang dibutuhkan.

Dikatakan Amar, untuk naker lokal eks Newmont dan termasuk yang di black list minta dipulihkan agar bisa bekerja kembali dalam proses pembangunan smelter.

“ Kita sudah sampaikan itu dihadapan Managemen Amman Mineral hari ini, dan mereka sanggupi semua,” katanya dalam konfrensi pers siang tadi, Selasa (28/6/22) di Graha Fitrah.

Perkiraan masa konstruksi Smelter menurut Amar, diperkirakan akan berlangsung selama 2.5 tahun namun dimungkinkan juga dipercepat karena mengingat batas akhir sebelumnya akhir 2023 sudah harus rampung.

Amar kemudian bilang soal naker, proses rekrutmen akan menggunakan pola satu pintu dan proses rekrutmen akan berlangsung bertahap puncaknya pada September mendatang.

Baca Juga : Forkopimda Sampaikan Soal Pembangunan Smelter, Sekaligus Tepis Keraguan Publik

Untuk naker lokal Amar menegaskan,  job diskripsi naker lokal dengan melihat skill yang ada, khusus black list diakui Amar banyak memiliki skill.

“ Nanti seperti apa detailnya sedang dirampungkan, ada juga permintaan khusus lokal dalam lokal, yang jelas kami mendorong sumberdaya lokal semua terserap termasuk pemberdayaan UMKM dan juga untuk Subkon nantinya kami juga minta agar membuka kantor di luar Site Smelter sehingga memungkinkan banyak tenaga kerja setempat direkrut,”terangnya lagi.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Bupati KSB Dr. HW Musyafirin,M.M menegaskan dan mengajak publik tepis segala keraguan yang ada selama ini soal pembangunan Smleter di Sumbawa Barat, dan publik diajak bersiap menyambut kehadiran smelter dan industri lainnya.

Sebelum konfrensi Pers siang tadi, Forkopimda KSB diantaranya hadir Ketua dan Wakil Ketua DPRD KSB, Kapolres KSB, Kajari KSB, Wakil Bupati, Dandim 1628/SB dan Sekda KSB, melakukan pertemuan tertutup dengan dengan Managemen Amman Mineral Nusa Tenggara (Aman), Amman Mineral Industri (Amin) dan PT Pengembangan Industri Logam (PT Pil Indonesia) di Graha Fitrah, diantaranya ada Aditya Mandala dan Ahmad Salim(K1)

 

Post ADS 1
Artikel sebelumyaForkopimda Sampaikan Soal Pembangunan Smelter, Sekaligus Tepis Keraguan Publik
Artikel berikutnyaPengusaha Lokal Sambut Positif Kehadiran Smelter dan Kawasan Industri di KSB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here