KH Syamsul Ismain Optimis 100 Persen Menuju Pilkada KSB 2020

KMCNews – Mencermati dinamika politik yang terjadi belakangan ini, Bakal Calon Wakil Bupati Sumbawa Barat, KH. Syamsul Ismain justru semakin optimis menatap Pilkada mendatang.

“ Alhamdulillah 100 % saya optimis Insya Allah,” menjawab KMCNews, Selasa Malam (29/0/19) tentang kemungkinan dirinya diusung PDIP dan berpasangan dengan Haji Musyafirin.

Alasannya, menurut Kyai pimpinan Pondok Himmatul Ummah Sapugara ini, berangkat dari statemen Ketua DPC PDIP KSB, Kaharuddin Umar di Media. Menurut pandangan Kyai Syamsul proses politik masih sangat dinamis, dimana PDIP masih melakukan tahapan seperti survei seusai penjaringan sebelumnya.

“ Jadi alasan saya sesuai berita di Media, khusus yang mengangkat proses yang terjadi di PDIP,”tambahnya singkat.

Seperti diketahui PDIP sebelumnya telah melakukan penetapan satu Calon Bupati yakni Haji Musyafirin dan Fud Syaifuddin serta KH. Syamsul Ismain, dua Calon Wakil Bupati hasil penjaringan sebelumnya.

Saat ini PDIP yang memiliki 5 kursi dan cukup syarat mengusung pasangan calon sendiri, masih menggodok pasangan mana yang akan diusung apakah Haji Musyafirin berpasangan dengan Fud Syaifuddin atau Haji Musyafirin berpasangan dengan KH. Syamsul Ismain, sejauh ini PDIP diketahui masih melakukan survei, setelah itu kemudian akan ada pleno penetapan untuk diusulkan ke DPD dan DPP.

Seperti diberitakan media sebelumnya, Ketua DPC PDIP KSB, Kaharuddin Umar memberi pesan kepada publik agar mampu membedakan mana langkah politik yang dilakukan Haji Musyafirin sebagai Wakil Ketua Bappilu dengan keputusan penetapan pasangan calon di internal PDIP, menurutnya keputusan PDIP soal siapa pasangan Haji Musyafirin belum ada.

Pernyataan Kaharuddin Umar ini menjawab media terkait langkah pendaftaran yang dilakukan Haji Musyafirin berpasangan dengan Fud Syaifuddin ke sejumlah Parpol.

“ Kami memahami langkah Haji Musyafirin sebagai langkah untuk membangun koalisi dengan lintas Parpol, hal ini merupakan langkah biasa saja atau lumrah itu merupakan hak dan kewenangan Haji Musyafirin, saya pikir gak masalah, tapi jika menyangkut penetapan calon pasangan, etikanya proses itu pasti melalui internal PDIP, dan ini sedang dalam proses penggodokan partai secara berjenjang,”demikian jelas Kaharuddin Umar.(K-1)

Leave a Reply

%d bloggers like this: