Kesepakatan Bersama Pembebasan Lahan Otak Keris Ditandatangani

KMCNews – Lokasi utama pembangunan Pabrik Smelter di Dusun Otak Keris Desa Maluk Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat, akhirnya bebas kendala.

Warga Dusun Otak Keris yang diwakili Wagiman sebagai pihak Kedua dan Bupati Sumbawa Barat, Dr.H.W Musyafirin, M.M sebagai Pihak Pertama, menandatangani Surat kesepakatan bersama, yang berlangsung di Graha Fitrah Kantor Bupati KSB, Kamis (22/8/19).

Dalam surat tersebut turut bertanda tangan, Kapolres KSB AKBP Mustofa,S.Ik, M.H, Dandim KSB, Letkol Czi. Eddy Oswaronto, S.T, Penanggung jawab Tim Fasilitasi penggadaan lahan Smelter dan Industri turunannya, Dr.H. Amry Rakhman, M.Si, Camat Maluk Ahugerah, Kepala Desa Maluk Yuyun Yuliati, S.E dan Kepala Desa Bukit Damai Suwardi, masing-masing sebagai saksi.

Ada 6 Poin penting menjadi isi Surat Kesepakatan Bersama, sebagai berikut :

Bupati Sumbawa Barat, Dr.H.W Musyafirin, M.M dalam sambutannya, seusai penandatanganan Surat  Kesepakatan bersama ini mengatakan,  melalui perjuangan yang sangat panjang akhirnya ditemui titik terang.

Menurut Bupati keberhasilan pembebebasan seluruh lahan berkat keterlibatan semua pihak di KSB, mulai dari Pemda, Kapolres, Dandim, Ulama, pencari kerja termasuk wartawan, dan terlebih lagi ditegaskan Bupati, para warga yang telah rela melepas lahan dan fasilitasnya sebagai lokasi pembangunan Smelter.  

Menurut Bupati, nantinya  KSB akan menjadi kawasan ekonomi dan menjadi kiblat ekonomi di Provinsi NTB dengan dibangunnya Smelter dan industry turunannya.

“ Pemda akan memberikan yang terbaik bagi warga Dusun Otak Keris yang dipimpin pak Wagiman. Sebab warga juga telah memberikan yang terbaik untuk kebaikan daerah dan masyarakat. Tugas saya yang diberi amanah adalah untuk mendapatkan tanah pengganti untuk anak keluarganya. Insya Allah ketika kita memberikan yang terbaik maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik,” demikian kata Bupati.

Penandatanganan ini berlangsung menyusul pertemuan sehari sebelumnya antara Warga Otak Keris dengan Bupati KSB, Kapolres KSB, Dandim KSB dan sejumlah ulama, dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati bahwa warga Otak Keris bersedia melepas lahannya untuk pembangunan Smelter.(K-1)