Karang Taruna Setalo Batu Desa Benete, Galang Dana Untuk Palu-Donggala

KMCNews, Benete – Duka bencana gempa dan Tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah(Sulteng), mengundang keprihatinan mendalam. Gempa dahsyat 7,4 Skala Richter tersebut telah merenggut korban jiwa, bahkan banyak bangunan dan fasilitas lainnya rusak parah dan kini membutuhkan bantuan.

Berangkat dari kerpihatinan tersebut, Karang Taruna Setalo Batu Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu para korban bencana gempa bumi dan Tsunami di Sulteng.

Diketahui, penggalang dana ini dilakukan selama tiga hari kedepan, dan atas inisiatip dari Pengurus Karang Taruna Satalo Batu, dan hasilnya akan segera disalurkan pada para korban bencana.

Koordinator Aksi Penggalangan Dana, yang juga sebagai calon ketua Karang Taruna Satalo Batu Desa Benete, Hasanuddin Kepada KMCNews, Sabtu(29/9)mengatakan, bahwa Pengurus Karang Taruna Satalo Batu, mengajak kepada seluruh pengurus untuk bersama-sama menggelar aksi penggalangan dana, untuk membantu para korban bencana gempa bumi dan Tsunami di Palu-Donggala.

Ajakan tersebut direspon pula oleh Pengurus dan anggota, bahwa bencana alam di Sulteng adalah sebuah kesedihan mendalam.

“Tentu ini duka mendalam bagi seluruh warga masyarakat di Indonesia, tentunya sebagai wujud mengobati kesedihan itu, kami para Pengurus Karang Taruna Satalo Batu menggalang dana sosial untuk membantu para korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Menurut Hasan, penggalangan dana ini akan dilakukan hingga hari Senin (1/10) mendatang.

Sasarannya,akan keliling dalam pemukiman masyarakat serta area keluar masuk karyawan PT AMNT di Gate Benete

“Hasil dari penggalangan dana nanti akan kami serahkan ke KNPI Maluk untuk didistribusikan ke korban gempa Tsunami yang berada di Palu- Donggala” kata Hasan.

“Kami berharap mudah-mudahan bantuan yang terkumpul nanti dari warga masyarakat diwilayah Kecamatan Maluk, bisa sedikit membantu para korban bencana alam gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (K D/ Irpan)