JKN-KIS Pelayanannya Bagus dan Tidak Dibedakan

KMCNews – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)  terus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pemuda yang berasal dari Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.

Asrul Imam yang saat ini menginjakkan usia 24 Tahun ini mendukung penuh Program JKN-KIS, hal ini dapat kita lihat dengan keikutsertaannya menjadi Program JKN-KIS dan tidak merasa terbebani dengan iuran yang dibayarkannya setiap bulan.

Imam nama panggilannya adalah peserta JKN-KIS dari segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU), ia bekerja sebagai seorang driver di salah satu perusahaan di Selong.

Pekerjaannya juga menuntutnya untuk mempunyai fokus yang tinggi dan mempunyai badan sehat. Tuntutan mempunyai badan sehat dan bugar setiap hari membuat ia menerapkan pola hidup sehat dan tidak merokok, selain itu untuk melindunginya jika sewaktu sakit ia mempercayakan perlindungannya terhadap Program JKN-KIS.

Saat ditemui tim Jamkesnews di tempat kerjanya, imam menceritakan pengalamannya saat pernah menggunakan Kartu JKN-KIS di fasilitas kesehatan dekat dengan rumahnya, saat itu ia menderita sakit gigi. Rasa sakitnya membuat ia tidak bisa fokus berkerja.

“Saya pernah menggunakan JKN-KIS sekali, waktu itu saya ke Poli Klinik gigi di puskesmas di Labuan Haji,” ujar Pria yang berumur 25 tahun ini saat ditemui tim jamkesnews pada Kamis (06/02).

Ia menceritakan pengalamannya yang baik saat menggunakan Kartu JKN-KIS di Puskesmas.

“Saya sangat terkesima, pelayanannya sangat baik, petugasnya pun ramah,” ujar Imam tersenyum malu.

Saat mengenang kejadian itu Imam bercerita bahwa petugas melayaninya dengan ramah dan sigap.

“Waktu itu saat diperiksa ternyata gigi saya bolong, sehingga waktu itu gigi saya yang bolong langsung di tambal,” kenang Imam.

Selain di tambal, ia juga diberikan resep dan diberikan obat oleh petugas medis.

“Pelayanannya dengan umum tidak ada beda sama sekali, bahkan saya diberikan obat yang bagus waktu itu sehingga saya bisa kembali bekerja tanpa rasa sakit,” tutup Imam .

WALAUPUN TIDAK MILIKI APA-APA YANG PENTING PUNYA JKN-KIS

Menjadi seorang Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) membutuhkan ketelitian dan kecermatan termasuk harus memiliki badan yang sehat untuk membantu masyarakat. Salah satu yang memilih menjadi kader posyandu adalah Indriani (35) yang sudah lama mengabdi menjadi Kader Posyandu. Indri panggilannya mengaku ia sangat ikhlas menjadi Kader Posyandu dengan cita-cita untuk mengabdi dan membantu masyarakat.

Keseharian Indri adalah sebagai ibu rumah tangga dan suami indri adalah seorang buruh, yang gajinya tidak menentu. Keadaan ini membuat ia harus mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya dan kebutuhan anaknya. Indri yang ditemui tim jamkesnews saat berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Selong bercerita mengenai pengalamannya dengan Kartu JKN-KIS.

“Saya adalah Peserta JKN-KIS yang di bantu oleh pemerintah daerah Lombok Timur,” ujar Indri bercerita kepada tim jamkesnews pada Kamis (06/02).

Indri bercerita jika ia sangat merasakan manfaat menggunakan Kartu JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan tempat ia terdaftar, ia pernah menggunakan Kartu JKN-KIS saat menderita Diare. Diare adalah kondisi dimana penderita melakukan Buang Air Besar (BAB) lebih sering daripada biasanya dan bisa menyebabkan dehidrasi bagi penderitanya. Indri yang saat itu sudah lemas karena diarenya, akhirnya dilarikan menuju Puskesmas Aikmel tempat dia terdaftar.

“Saya langsung dilarikan menuju Puskesmas Aikmel oleh keluarga saya ketika itu dan di opname selama 3 hari,” cerita Indri.

Indri bercerita jika ia merasakan pelayanan yang memuaskan, waktu itu ia langsung dilayani dengan baik dan diperlakukan sepeti pasien pada umumnya.

“Layanannya sangat baik dan petugas sangat ramah, tidak ada perbedaan sama sekali antara saya peserta JKN-KIS dengan Pasien umum,” ceritanya.

Air mata mulai mengalir dari mata Indri, mengingat betapa berjasanya JKN-KIS untuk ia dan anaknya, ia pernah memanfaatkan Kartu JKN-KIS saat anaknya mengalami demam tinggi sehingga anaknya harus di rawat.

“Anak saya juga pernah merasakan manfaat JKN-KIS saat ia harus di opname selama tiga hari karena demam tinggi, saya panik saat itu dan Allhamdulillah syukur ada JKN-KIS,” ceritanya sambil mengenang kejadian saat buah hatinya dilarikan ke fasilitas kesehatan.

“Walaupun tidak punya apa-apa yang penting ada JKN-KIS ini mba,” cerita Indri yang membuatnya meneteskan butiran air mata, rasa sayang Indri kepada JKN-KIS membuat tim Jamkesnews juga ikut larut dalam haru.

Indri berharap JKN-KIS ini terus ada karena memberikan harapan besar kepada Indri dan keluarga termasuk seluruh masyarakat Indonesia. (dh/ay)