Jelang Pencoblosan Pilkada, Panwaslu KSB Identifikasi TPS Rawan

KMCNews, Sumbawa Barat – Jelang tahapan pemungutan suara di Pilkada serentak 2018 pada 27 Juni mendatang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumbawa Barat akan meneliti dan mengidentifikasi tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan.

Upaya itu dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi-potensi pelanggaran pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sumbawa Barat, Karyadi SE  mengkategorikan TPS rawan sebagai sejumlah potensi pelanggaran di pilkada yang mengganggu pelaksanaan pemungutan suara yang berakibat terganggunya jaminan hak pilih, integritas proses pemungutan dan penghitungan suara, dan integritas hasil pemungutan suara.

“Tujuannya mengukur strategi pengawasan dengan fokus ke TPS-TPS rawan tersebut, juga hasil penelitian ini akan dipublikasikan sebelum hari H dan disampaikan kepada stakeholders, termasuk kepada pasangan calon sebagai strategi pencegahan,” ujar Karyadi SE kepada KMCNews, Jum’at (15/6) melalui Telfn.

Mulai dari tanggal 10-22 Juni mendatang, pihaknya akan melakukan penelitian terhadap potensi pelanggaran yang akan mengakibatkan terganggunya pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018.

Nantinya, Pengawas TPS (PTPS) akan melakukan penelitian meliputi enam variabel dan 15 indikator.

Lalu, hasil penelitian itu akan direkap secara berjenjang hingga ke tingkat provinsi untuk menilai kerawanan pada TPS tersebut.

Keenam variabel itu, di antaranya, akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas KPPS, pemungutan suara, dan kampanye politisasi Suku, Agama, Ras, dan AntarGolongan (SARA) di sekitar lokasi TPS.

“Jadi, kami membaca kerawanan TPS pada 27 Juni 2018 dengan mengambil situasi tahapan penyelenggaraan pada 10 hingga 22 Juni 2018, segala hal yang berpotensi menganggu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara,” tambahnya.(K2/Dhev)