Jalan TGH Zainuddin Abdul Majid Terjadi Kecelakaan, Pemerintah Bergegas

KMCNews – Bentuk jalan yang lurus kerap kali membuat pengendara kurang berhati-hati, apalagi jalanan tersebut tidak memiliki rambu lalu lintas yang memadai.

Seperti jalan TGH. Zainuddin Abdul Majid yang dibangun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018 lalu belum tuntas dikerjakan, jalan  yang dihajatkan dibangun dengan dua jalur tersebut, hingga tahun 2019 ini hanya dimanfaatkan satu jalur saja, sehingga pengendara tak jarang kebut-kebutan satu arah satu ruas jalan, sementara pemerintah KSB sudah membebaskan lahan untuk pembangunan satu jalur lainnya.

Pemerintah KSB seperti dibuat serba tanggung untuk menyediakan sarana jalan seperti rambu lalu lintas, dan sarana penunjang lainnya.

“ Ya kita memang belum siapkan rambu yang memadai dan infrastruktur penunjang lainnya dijalan tersebut, karena memang jalan ini belum tuntas karena ada dua jalur,”ujar Ir.Irhas Rayes, Kadis Perhubungan KSB, kepada KMCNews diruang kerjanya, Senin (13/8/19).

Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi kecelakaan hebat antara sepeda motor dan mobil di jalan ini.

Kejadian yang merenggut tiga korban jiwa pengendara sepeda motor terjadi ditengah-tengah jalan TGH. Zainudin Abdul Majid, atau disimpang empat yang menghubungkan antara simpang gerbang KTC dengan Kelurahan Telaga Bertong untuk arah dari timur dan barat (Jalan TGH Zainudin Abdul Majid), dan Lingkungan Arab Kenangan menuju Lingkungan Sebubuk dari arah Selatan dan Utara.

Akibat kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bergegas fokus memperhatikan keselamatan pengendara dengan melakukan koordinasi lintas instansi terkait atas instruksi Bupati Sumbawa Barat.

“ Ya hari ini memang kita ada rapat khusus bahas masalah ini, setelah saya koordinasi dengan Pak Kaban Bappeda,  kami langsung undang Dinas terkait seperti LH, Dinas PU dan Perhubungan, dan setelah rapat disepakti mereka langsung bekerja hari ini seperti memasang sejumlah sarana seperti lampu jalan oleh LH, lampu lalu lintas dan ini untuk meminimalisir kejadian berikutnya,”ujar Mars Anugreinsyah, M.Si, kepada KMC News diruang kerjanya, Senin (12/8/19).

Menurut Mars, Pemerintah diakui bekerja sesuai dengan kebutuhan yang tercantum dalam DPA, penanganan masalah fasilitas jalan baru tersebut memang belum maksimal dikarenakan jalan tersebut belum selesai secara keseluruhan sesuai perencanaan untuk dua jalur.

“ Ya untuk pembangunan jalur jalan satunya lagi Insya Allah dalam tahun 2020 tuntas,” pungkas Mars.

Sementara itu, pantauan media ini sore hari disepanjang jalan tersebut lalu lintas memang cukup padat, sejumlah pengendara hilir mudik mengunakan satu jalur jalan yang lurus ini satu arah, nampak sejumlah spanduk himbauan terpasang guna mengingatkan  pengendara lebih berhati-hati terutama disimpang empat.

Warga ibukota Taliwang berharap khusus disimpang empat ada lampu kelap kelip dipasang.

“ Ya jujur memang simpang empat jalan ini kadang kita tidak tanda terutama malam hari, maka penting ada semacam lampu kedap kediplah dipasang khusus disimpang empat itu,”harap Fahrozi Ziad, warga Taliwang.(K-1)

Leave a Reply

%d bloggers like this: