oleh

Hari Ini Konsultasi Publik Rancangan AMDAL Bandara Khusus Amman Mineral Digelar

Sumbawa Barat – Amman Mineral Nusa Tenggara nampaknya mulai menggarap rencana pembangunan Bandara di Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat.

Ya rencana Bandara khusus milik perusahaan tambang Batu Hijau di Kecamatan Sekongkang itu, ditandai dengan digelarnya Konsultasi Publik sehubungan dengan Penyusunan Dokumen Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL), setelah sebelumnya membebaskan lahan masyarakat untuk lokasi Bandara seluas 124 hektar

Informasi yang diserap KMC News, kegiatan konsultasi publik AMDAL ini akan berlangsung hari ini, Kamis (13/1/2021) di Hanipati Resto Taliwang, yang menurut undangan yang beredar dan ditandatangani Susanto Liem Head of External Relations Amman Mineral itu, akan diikuti sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Pemuda, Kepala Desa sekitar Bandara dan pimpinan SKPD terkait.

Pembangunan Bandara ini telah menjadi cita cita KSB selama ini, yang kini menjadi kenyataan.Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat seperti disampaikan Bupati Dr.H.W Musyafirin, M.M sebelumnya, pembangunan Bandara sangat penting untuk konektivitas antar pulau namun diperlukan investor untuk pembangunannya sehingga tanpa mengeluarkan Kas daerah.

“Kalau cita-citanya kita (KSB) ingin punya bandara sudah lama. Kemudian kenapa kita pilih ke Poto Tano, tepatnya ke desa Kiantar juga itu bukan wacana baru kan ada di RTRW,” cetus Bupati KSB, HW. Musyafirin, seperti dilansir media sebelumnya.

Dikatakannya, pembangunan Bandara memang telah diputuskan memprioritaskan pembangunan bandara di Kecamatan Poto Tano sejak awal kepemimpinannya 2016.

Meski memprioritaskan, Pemda kemudian berkeras jika bandara itu nantinya tidak boleh dibangun menggunakan anggaran daerah sepeser pun. Ini dikarenakan untuk menghadirkan fasilitas akses udara itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Ini sesuai saran Kemenhub. Menurut Dirjen Hubud (perhubungan udara) waktu saya sampaikan kenginan kita mau bangun bandara. Katanya jangan pakai uang sendiri (pemerintah), butuh dana besar,” kata Bupati.

Berbekal saran Kemenhub itulah, Pemda KSB lalu mencari pemodal yang berani berinvestasi mewujudkan pembangunan bandara Kiantar. Namun hal itu ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bupati mengungkapkan tantangan itu, sebelum akhirnya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tertarik membiayai pembangunan bandara itu. Pemerintah sempat menjajal ketertarikan beberapa investor lainnya. Tetapi dalam proses komunikasi para investor tersebut mundur teratur.

Ditambahkan Bupati saat itu, dipilihnya Kecamatan Poto Tano sebagai penempatan lokasi bandara telah dirancang Pemda KSB sejak lama. Itu dibuktikan dengan kehadiran Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sumbawa Barat Tahun 2011-2031 yang kemudian diperbarui setahun lalu melalui Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang RTRW Sumbawa Barat 2020-2040.

Dalam Perda RTRW KSB, baik yang lama maupun yang terbaru. Terdapat dua lokasi pembangunan bandara yang disiapkan pemerintah, yakni di Kecamatan Sekongkang dan Kecamatan Poto Tano. Di awal-awal, Pemda KSB mengupayakan pembangungan di Kecamatan Sekongkang dengan membeli fasilitas bandara yang sudah ada dari tangan pihak swasta.(K1).

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya