Haqqul Yakin Ustat Nun Maju Pilkada KSB, Akan Ada Pergeseran Besar-Besaran Agustus

KMCNews – Tokoh Agama Sumbawa Barat, H.Muhammad Nur Yasin (Ustat Nun) merasa Haqqul Yakin tampil dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumbawa Barat Desember mendatang.

Meski komposisi Parpol hampir mengerucut dengan dukungannya sejauh ini, Ustat Nun tetap optimis tampil.

“ Insya Allah, sangat Haqqul Yakin kalau saat ini malam masih ada esok pagi, setelah masuk besok pagi masih ada siang hari atau segala kemungkinan masih bisa terjadi,”tandasnya, saat bincang via telepon seluler dengan KMCNews, Selasa Malam (21/7/2020).

Menurut Ulama asal Kelurahan Sampir Taliwang tersebut, akan ada pergeseran secara besar-besaran di bulan Agustus mendatang.

“ Ini menyangkut Pilkada juga, kepentingan Pilkada Gubernur, Pilkada masing-masing Kabupaten yang punya urusan dengan Partai-partai tertentu bisa bergeser semua,”ungkapnya.

Belanja Mudah & Nyaman Kebutuhan Harian Anda Klik Disini // Iklan

Pergeseran yang terjadi yang dimaksud Ustat Nun apakah ada kaitannya dengan memanasnya hubungan sejumlah Parpol di pusat seperti PKS dan PDIP, dan hubungannya dengan H.Andi Azisi Amin yang belakangan kembali santer dihubungkan dengan dirinya.

Ustat Nun tak menampik hal tersebut, namun masih enggan berbicara lebih jauh, kembali dikatakannya akan tiba saatnya nanti akan disampaikan ke publik melalui media.

Sementara itu, disisi lain seperti diketahui PKS di Sumbawa Barat kembali menyatakan sikapnya mengusung petahana  F3 (Haji Firin – Fud Syaifuddin), bahkan PKS termasuk dalam deretan Parpol yang lebih awal menyerahkan SK dukungan ke Petahana.

Hanya saja memang dalam penerbitan SK dukungan pengurus pusat PKS ada sedikit masalah, yang menyatakan dukungan ke F3 disebutkan periode tahun pencalonan pasangan Bupati dan Wakil Bupati KSB tertulis tahun 2022-2024, dimana diketahui Pilkada sendiri akan berlangsung Desember 2020.

Terkait SK ini, Ketua DPD PKS KSB Norvie Aperiyansyah mengatakan tidak ada masalah.

“ Ini sudah kita cermati dan tidak akan pernah membatalkan SK dukungan ke petahana, saya menunggu  instruksi dari DPP dan DPW intinya tidak ada soal dengan substansi cuman salah ketik,”katanya, kepada KMCNews pekan lalu.

Sedangkan terkait ramainya pemberitaan di media nasional belakangan ini dimana PDIP tak ingin koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat, Norvie tidak menjawab lebih jauh terkait hal ini.

“ Saya belum lihat beritanya,”jawabnya singkat, Selasa (21/7/2020).(K1)