Hanya 30 Persen Kontraktor KSB Berdaya Saing  

KMCNews, Sumbawa Barat – Dari ratusan orang kontraktor yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, hanya sekitar 30 persen yang memiliki daya saing mengikuti tender besar berskala Nasional.Hal tersebut diakui Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (AP LPBJP) Setda KSB, Syahril,S.T, M.Si.

Guna meningkatkan kemampuan kontraktor yang ada, pihaknya menggelar Bintek ‘Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi’, yang berlangsung di Gedung Setda, Senin (14/8).

Menurut Syahril,  sekitar 100 orang kontraktor lokal di Sumbawa Barat mengikuti Bintek tersebut, ditegaskannya selama ini kontraktor lokal sering bermasalah dalam hal pelaksanaan tekhnis di lapangan maupun ketika akan mengikuti proses tender yang terbuka secara nasional.

“ Bintek ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan, selain itu guna meningkatkan ilmu pengetahuan bagi kontraktor local tentang jasa kontruksi sehingga mengurangi kegagalan pekerjaan dilapangan dan membentuk profesionalisme penyedia local untuk mampu berkompetisi dengan kontraktor dari luar daerah, “ terang Syahril, kepada KMCNews.

Lebih penting tujuan lainnya dalam Bintek tersebut, dijelaskan Syahril guna terselenggaranya jasa konstruksi yang sesuai standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan (K4).

Berdasarkan data AP LPBJP, di Sumbawa Barat saat ini menurut Syahril lagi, terdapat sebanyak 196 kontraktor lokal. Dari jumlah itu, belum.ada yang masuk klasifikasi besar dan hanya 18 kontraktor yang masuk klasifikasi menengah. Sisanya adalah klasifikasi kecil.

Dari data itu, diakui Syahril, terlihat bahwa selama ini mayoritas kontraktor lokal hanya berkecimpung dan mengharapkan proyek – proyek Penunjukkan Langsung (PL dengan nilai Rp 200 juta ke bawah).

Namun ia membantah, AP LPBJP tidak memberi ruang bagi kontraktor lokal untuk berkompetisi (ikut tender) agar bisa berkembang melalui.

“Tender dilaksanakan terbuka secara nasional, jadi kontraktor dari daerah lain di seluruh Indonesia bisa ikut. Karena itu penting dilakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas kontraktor lokal agar bisa bersaing,” pungkasnya.(K1)

 

%d bloggers like this: