Hampir Rata Dengan Tanah, Dusun Medas Butuh Perhatian

Dusun Medas Munawarah Hancur, Perhatian Pemerintah Minim

KMCNews, Lombok Barat – Gempa dahsyat 7 SR yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat menyisakan duka mendalam bagi ratusan ribu warga di Lombok. Bangunan porak poranda dan ratusan jiwa meninggal dunia. Sebaran korban yang merata di seluruh wilayah lombok menjadikan petugas dan relawan kewalahan mendistribusikan bantuan, terutama di daerah pedalaman ataupun pedusunan.

Di tambah lagi minimnya perhatian pemerintah menambah duka bagi oara korban gempa. Seperti halnya Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat hampir rata dengan tanah. Setidaknya sekitar 90% lebih bangunan yang ada rata dengan tanah.

Sekitar 500 orang jiwa dari 138 KK penduduk Medas Munawarah mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang di buat dari hasil swadaya masyarakat.

Sejak terjadinya musibah gempa bumi pada Minggu (5/8), warga hanya mendapatkan bantuan dari kepala desa nya sebanyak dua kali.

” Yang pertama kami diberi 10 kilogram beras yang ke dua 125 kilogram, itu saja dan belum ada lagi sampai saat ini,” sebut Adi selaku koordinator bantuan di dusun medas munawarah.

Untuk memenuhi kebutuhan 500 jiwa warganya yang mengungsi itu, Adi mendirikan 5 posko bantuan dengan 1 posko utama. Dimana semua bantuan tersebut dibaginya secara merata sehingga semua warganya mendapatkan.

“Di Medas 3 posko di dusun lainnya 2 posko dan Alhamdulillah ada saja relawan yang datang,” jelasnya saat dikunjungi, Jumat (10/8).

Ia berharap agar kedepannya pemerintah lebih memperhatikan kondisi di dusunnya tersebut.

Sementara untuk sanitasi dan pemandian, Adi mengatakan masih aman. Begitu juga kondisi kesehatan para pengungsi masih baik-baik saja.

Saat itu, Tim relawan yang datang memberikan bantuan kepada warga korban gempa bumi di Dusun Medas itu mengatakan bahwa bantuan yang disalurkannya itu berasal dari para dermawan di berbagai daerah.

“Kami bersama teman lainnya berinisiatif membuka informasi donasi dan alhamdulillah banyak teman-teman yang berdinasi secara individu. Namun ada juga yang dari instansi,” jelasnya Iga Damayanti kepada media ini

Khuratul Aini yang juga tim relawan itu menambahkan bahwa pengumpulan donasi dilakukan melalui media sosil baik whatsapp maupun facebook.

“Dan alhamdulillah ada yang dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Mataram juga,” tambahnya.

Sementara untuk obat-obatan ia mengatakan mendapatkan dari Rumah Sakit Bio Medika.

“Ini kami bawakan satu kardus besar obat-obatan dari Bio Medika,” pungkasnya.

Sekjen Jurnalis Online Indonesia Wilayah NTB, Amrin, yang mengawal pendistribusian mengafresiasi relawan dan donatur yang telah bersedia menyalurkan bantuan ke Medas. Ia pun berterima kasih kepada Polres Mataram yang telah menyiapkan armada angkutan ke beberapa tempat.

“Kepada para donatur dan relawan kami sampai ucapan terimakasih atas bantuan yang di berikan secara suka rela kepada korban, dan terima kasih juga kepada Kapolres Mataram yang telah membantu menyiapkan armada angkutan”, ucapnya.

Bantuan yang disalurkan itu terdiri dari beras, telur, gula,air mineral, susu formula, susu cair, susu kaleng, mie instan, biscuit, kopi sacet, pempers, sabun, pembalut wanita dan lain-lain.(K/JNN)