Haji Firin : Kenapa Masjid Rumah Allah Dirobohkan Saat Gempa

KMCNews – Bupati Sumbawa Barat, Dr.H.W Musyafirin mengingatkan warga Sumbawa Barat, agar jangan menjadikan buntut (togel-red) sebagai pelarian dalam menghadapi cobaan. Menurut Haji Firin sapaan akrab Bupati KSB, cobaan datang adalah cara Allah SWT membawa kita menuju Surga.

“ Ditengah kesulitan kita bersama-sama, cobaan datang bertubi-tubi, ditimpa gempa, panen kita terbatas, ditambah musim kering lagi, jadi ayat tadi mengingatkan kita agar tidak berputus asa dan jangan sekali-kali menyalahkan risalah atau tidak kembali lagi ke risalah, itu petunjuk dibawah oleh rasul,” ungkap Bupati, mengutip salah satu pesan dari ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh khatib sholat Jum’at, dalam membuka sambutannya diacara silaturrahmi dengan warga Dusun Salit Desa Seminar Salit Kecamatan Brang Rea, seusai sholat Jum’at (16/8/19) di Masjid “darurat” Al-Ikhsan Dusun Salit.

Lanjut Haji Firin, kalau kita tertimpa kesusahan dan cobaan tadi larilah kepada Allah SWT supaya  jangan lari ke yang lain seperti beli buntut, semedi karena itu menurutnya bukan bentuk pelarian yang pantas.

Diungkapkan Haji Firin lagi, kenapa Masjid yang ada di Dusun Salit yang merupakan rumah Allah yang roboh gara-gara gempa, padahal Allah juga tahu kalau memang itu Masjid lama mau dirobohkan, menurutnya Allah SWT memberikan jalan kalau Masjid itu tidak roboh gara-gara gempa bagaimana warga bisa masuk surga.

“Jadi ini cara Allah, karena membangun Masjid adalah cara Bapak untuk menuju Surganya Allah, jadi ini cobaan yang memang ada hikmahnya,”tandas Haji Firin.

Haji Firin mengingatkan, sebagai manusia kita belum dikatakan beriman apabila cinta kita kepada Allah, cinta kita kepada Rasul tidak lebih besar daripada cinta pada diri kita sendiri.

“ Kalau sudah begitu, jangankan untuk membangun Masjid kalau cinta kita sudah lebih besar kepada Allah, menunjukkan cinta kita menolong agama Allah, membangun syiarnya, membangun Masjid , membantu sesama itu adalah bentuk-bentuk cinta kita kepada Allah dan Rasulnya,”ungkap Haji Firin.

Bupati mencontohkan dalam membangun Masjid, jangan sampai seperti warga disalah satu tempat yang enggan beramal, dimana ada orang yang sudah tua nenek-nenek ketika terjadi kebakaran baru sadar dan memberi tahu kalau uangnya cukup banyak puluhan juta bahkan ada yang ratusan juta, saat sudah ikut hangus terbakar, giliran diajak beramal mengaku tidak punya uang.

Terakhir menyikapi masalah cobaan ini, Bupati KSB mengajak warga untuk jangan pesimis, Masjid yang roboh harus dibangun segera, menurutnya Masjid darurat ini memang nyaman, sejuk tapi bukan tempat semestinya.

Mengakhiri silaturrahmi dengan warga setempat, Bupati didampingi Wakil Bupati Fud Syaifuddin, ST, Kapolres KSB Mustofa, S.Ik,MH, Dandim KSB Letkol Czi Eddy Oswaronto, menyerahkan bantuan sebesar Rp. 50 juta untuk membangun kembali masjid Al-Ikhsan.

Kemudian selanjutnya, beranjak dari Masjid untuk sholat Jum’at dan silaturrahmi dengan warga, Bupati Dr.H.W Musyafirin dan rombongan dijamu makan siang disalah satu rumah warga setempat.(K-1)