Hadapi Pilpres, Sejumlah Komponen Di KSB Rencanakan Deklarasi Prabowo- Ustad Somad

KMCNews, Sumbawa Barat – Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Presiden Republik Indonesia sudah tentu menjadi perhatian anak bangsa, tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sementara untuk menyikapi proses demokrasi yang tahapannya segera dimulai dengan pendaftaran pasangan calon tersebut , sejumlah komponen di bumi Pariri Lema Bariri ini, berharap muncul sosok ulama dalam kepemimpinan nasional mendatang.

Karena itu, sejumlah komponen masyarakat menginisiasi langkah agar salah satu tokoh milik ummat saat ini, Ustadz Abdul Somad diharapakan dapat mendampingi Capres Prabowo Subianto sebagai Cawapres.

“ Kita ingin suarakan Pasangan PAS (Prabowo- Ustat Somad), karena ini menurut kami pasangan ideal dalam kepemimpinan nasional dimasa mendatang, kami akan segera lakukan Deklarasi, inisiasi ini semua tidak terleps dari dorongan dan aspirasi masyarakat KSB,”tandas Syahril Amin yang menjadi salah satu inisiator.

Untuk persiapan deklarasi tersebut, telah dilakukan rapat terbatas, Rabu Malam (1/8) guna menyiapkan segala sesuatunya termasuk waktu dan tempat. Erik Dirgantara dan Firman Jawaz disepakati menjadi Ketua dan Sekretaris Panitia Deklarasi.

“ Panitia nantinya akan bekerja menghimpun dan mendata tokoh-tokoh yang siap berjuang dan memiliki kesamaan visi mendukung pasangan PAS, saat ini sudah ratusan tokoh KSB, baik kalangan ulama, toma, toga, tokoh pemuda dan perempuan termasuk tokoh politik lintas Parpol, yang menyatakan siap deklarasi,”tandas Erik Dirgantara.

Ditambahkan Firman Jawaz Sekretaris Panitia, kegiatan deklarasi diharapkan menjadi perhatian nasional dengan mengajak segenap komponen masyarakat untuk terlibat langsung.

“ Ini murni kita inisiasi atas dasar kesamaan pandangan terhadap kondisi kekinian dalam kepemimpinan nasional, kita tidak mau terjebak dalam situasi politik lokal, kita fokus dan bersepakat deklarasi ini digelar, karena itu semua komponen bisa berpartisipasi, ini juga bagian dari pendidikan politik,”pungkasnya.(K1)