oleh

Gubernur NTB Dr Zul, Beberkan Terkait Industrialisasi

Sumbawa Barat, KMCNews – Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah (Dr Zul-red) tengah geliat membangun Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menjadikan pembangun Industrialisasi sebagai salah satu ujung tombak bagi kesejahteraan masyarakat.

Namun belakangan ini, sejumlah pihak menuding langkah Industrialisasi yang dilakukan Gubernur dinilai gagal, bahkan sejumlah elit politik di NTB terutama di legislatif mulai ramai menyuarakan kegagalan versi mereka dengan berbagai argument, seperti marak diberitakan dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan sebagai anggota Dewan  ini mengancam akan menggunakan hak Interplasinya atas tudingan kegagalan Gubernur  termasuk dalam pengolaan Keuangan daerah atas berbagai program yang dilakukan.

Fokus terkait Industrialisasi itu, berbagai pihak  menuding mana hasilnya, berbagai potensi yang di klaim Gubernur dinilai milik orang lain,seperti teh kelor yang belakangan menjadi salah satu icon keberhasian Dr Zul.

Menjawab hal ini, Gubernur NTB Dr Zul dalam postingannya di akun Facebook pribadinya, Senin (25/1/2021) menilai ini menjadi hal yang menarik sekali.

“ Tentu ini menarik sekali, krn ini sebenarnya menunjukkan perhatian yg begitu besar pada Industrialisasi. Oleh krn itu ijinkan kami menjelaskan secara sederhana apa yg kami maksudkan dgn Industrialisasi, agar kita sedikit bisa merasakan geliat sunyi yg kini hadir di sekitar kita,” tulis Dr Zul seperti dilansir KMCNews dari Akun Facebooknya.

Dijelaskannya,dulu Industrialisasi itu sering di identikkan dengan hadirnya Industri-industri besar, pabrik-pabrik besar yang penuh polusi dan menyebabkan orang beramai- ramai meninggalkan desa untuk bekerja ke kota. Industrialisasi selalu di pertentangkan dengan sector-sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dll.

“ Kalau industri berkembang maka sektor pertanian akan menjadi korban.Ini tentu wajar, krn INDUSTRIALISASI di definisikan dan dimaknai sebagai peningkatan proporsi sektor industri terhadap PDB menggantikan kontribusi sektor pertanian.,” tambah Dr Zul.

Dr Zul kembali menegaskan, di NTB ini INDUSTRIALISASI yang dimaksudkan bukan begitu. Industrialisasi di NTB adalah hal-hal kecil saja. Ia pun mencontohkan, dulu jual sayur kelor sekarang itu di rubah jadi Teh Kelor. Dari Teh Kelor, krn akumulasi pengalaman, peningkatan kemampuan teknologi dll kini bukan hanya bisa memproduksi teh kelor tapi bisa juga kopi kelor, sabun kelor, pasta gigi kelor dan banyak lagi yg lainnya.

Kemudian, dulu NTB jual jagung mentah. dengan Industrialisasi sekarang jagung tersebut di olah jadi jus jagung yg di kalengkan, jadi pelengkap makanan dan juga yang utama jadi pakan ternak.

“ Dulu petani kita jual cabai dan tomat. Nah dgn industrialisasi kita agar cabai dan tomat ada harganya dan tidak selalu merugikan petani cabai dan tomat itu harus mulai di OLAH jadi sambal, jadi saus dan di kalengkan, dulu kita punya sate rembiga, ayam taliwang. Nah, dengan industrialisasi kita sekarang sate rembige dan ayam taliwang bisa di kemas bahkan bisa di kalengkan, Ikan di olah jadi ikan kering, abon dll, dan masih banyak sekali yg lain-lain,” tulis Dr Zul.

Kembali dilanjutkan Dr Zul, Ini kelihatan kecil dan sederhana, tapi sebenarnya ini rumit, prosesnya lama, pembelajarannya penuh pengorbanan.Mengira ini sebagai sebuah proses yg otomatis, sebentar dan tanpa biaya adalah kesalahan mendasarnya.

Terkait ini dilakukan orang lain kemudian dianggap keberhasilan Pemerintahm dijelaskan Dr Zul lagi, Industrialisasi itu aktor utamanya Industri, perusahaan dan swasta. Bukan Pemerintah, tapi Pemerintah hanya memfasilitasi, membantu, memberi insentif, melindungi, membuat aturan main, melatih dan lain-lain.

“ Jangan mengira merubah Sayur kelor jadi Teh Kelor itu gampang. Butuh pengalaman, pengorbanan dan penderitaan puluhan tahun baru jadi teh kelor! Butuh JPS Gemilang oleh pemerintah baru akumulasi pengalaman dan pembelajaran di teh kelor bisa jadi pabrik yg bisa bikin teh kelor, sabun kelor, pasta gigi kelor, masker kelor dan kelor2 lainnya,” ujar Dr Zul.

Ditambahkan lagi, jangan mengira menjadikan ayam taliwang dan sate rembiga bisa di kemas dan kaleng sbg sebuah proses sederhana dan tanpa pembelajaran, pelatihan dan dukungan yg besar.

Industrialisasi dipertegas Dr Zul, adalah industrialisasi yang memberdayakan sehingga UKM yang ada di NTB, petani, nelayan dan peternak satu saat bisa tersenyum dan sejahtera. Industrialisasi adalah sebuah proses besar untuk menyadarkan dan membangunkan kita dari tidur panjang yang melenakan, bahwa selama ini NTB hanya memperkaya yang sudah kaya, dan petani, nelayan dan peternak bekerja membanting tulang untuk mereka yang kaya, kaya tanpa perlu memeras keringat dan air mata.

“ Di bawah ini adl sedikit contoh UKM2 kita yg sedang menggairahkan Industrialisasi kita..Kelihatan sederhana, tapi ini sesungguhnya bukan pekerjaan kecil dan sederhana. Jalan nya panjang, berliku, mendaki dan penuh dengan ejekan2..Ini semua masih merupakan langkah awal. Tapi bukankan setiap perjalanan panjang selalu harus di mulai dgn langkah pertama? Wallahualam Bissawab,” demikian tanggapan Dr Zul, sembari mengunggah foto  beberapa produk olahan di NTB.

Postingan Gubernur ini pun kemudian banjir tanggapan dan berbagai pujian netizen diantaranya,

Salut untuk teman-teman UMKM NTB semoga terus berkembang & berinovasi menghasilkan karya-karya luar biasa.. UMKM NTB.. BISA ,” tulis Akun Gemawira NTB.

“Moga makin maju industrialisasi yg menyejahterakan rakyat pak Gub… wa baarokalloh..”tulis Akun Rini Karmini.

“Terasa sejuk, mudah dipahami. Menjawab semua keraguan kegundahan, kesalahpahaman para pihak yg memandang ekatrim industrialisasi.” Tulis Akun Sofyan Creby.(K1)

 

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya