Gempa Hebat Bertubi – Tubi, Wabup Berharap Setiap Desa Gelar Shalat Taubat

KMC News,Taliwang – Sesaat setelah gempa mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah sekitarnya dengan kekuatan 7.0 Sala Richter, Senin Malam (19/8) sekitar pukul 19.46 WITA, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST langsung mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak jauh meninggalkan rumahnya masing-masing.

“Mari kita jaga rumah masing-masing. Yang terpenting juga masyarakat harus saling menguatkan satu dengan yang lain agar secara mental tidak ada yang mengalami depresi ataupun trauma,” ungkap Wakil Bupati melalui siaran persnya yang diterima KMCNews, Senin(19/8) Malam.

Wabup menyatakan bahwa apa yang diciptakan Allah SWT tentunya jauh lebih besar dari apa yang diperkirakan oleh manusia. Untuk itu, kesabaran harus dibangun, bukan hanya kesabaran pasif dan kepasrahan melainkan kesabaran positif dan aktif. Yaitu kesabaran yang disertai perenungan untuk menarik pelajaran guna membangun sikap, tindakan dan aksi demi membangun kehidupan yang lebih baik di dunia dan akherat.

” Mari kita berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT, jangan kita saling hujat menghujat, dan berhenti membuat berita Hoax. Gempa bumi yang terjadi ini sebuah teguran, sudah seharusnya kita bertaubat dan meminta kepada Allah agar musibah ini segera berakhir,” harap Wabup.

Ia mengatakan masyarakat harus kembali kepada Allah dengan gerakan taubat bersama – sama dan menghilangkan sifat pongah. Seperti firman Alllah SWT : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30).

” Untuk saya berharap besok pagi masing-masing Desa untuk mendirikan Sholat Taubat, memohon ampun Kepada Allah dan semoga kita di jaga dan diberhentikan dari bencana Gempa ini. Mari kita saling memaafkan dan sama-sama membaca Alfatihah agar kita semua di lindungi oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Wabup juga menyampaikan guncangan gempa yang terjadi tersebut telah membuat beberapa rumah roboh di beberapa Kecamatan.

Di Desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk, seorang ibu diinformasikan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumahnya serta ada beberapa korban lainnya yang luka-luka.
Hingga berita ini diturunkan gempa susulan masih terus terjadi. Saat gempa 7.0 SR terjadi, warga berhamburan keluar rumah menjauhi bangunan untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan pantauan di seputar kota Taliwang, hampir semua warga memilih tidur di luar rumah.

Salah seorang warga Lingkungan Menala, Sahena mengaku takut untuk tidur di dalam rumah. Ia bersama dengan keluarga lebih memilih tidur di teras menjauh dari bangunan. Apalagi sampai saat ini, gempa susulan masih saja terjadi.

“Pas gempa saya langsung lari keluar rumah, sekarang masih takut tidur di dalam karena masih saja ada gempa susulan,”pungkasnya. (K.SZI)