oleh

Firman Jawaz : Bang Zul Jangan Fokus ke Mandalika Saja, Smelter di KSB Juga Butuh Perhatian

Foto :  Gubernur NTB Bersama Scott Redding salah satu Pembalap Superbike di Mandalika (Source : Laman FB Bang Zul Zulkieflimansyah).

Mataram –  LSM Gerakan Muda Sumbawa Barat (Geram KSB) menyoal semangat Gubernur NTB Zulkiflimasyah yang terlalu fokus dengan World Superbike (WSBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Menurut Ketua Geram KSB, dalam kurun waktu satu tahun terakhir energi dan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memamg difokuskan untuk percepatan pembangunan sircuit Mandalika dalam rangka suksesi menyambut perhelatan events Internasional Motor GP Indonesia yang bertempat di Mandalika – Lombok Tengah.

“ Kita mau ingatkan Pak Gubernur bahwa NTB ini terdiri dari 2 pulau yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa, Kemudian NTB ini juga terdiri dari 11 Kabupaten/Kota yang memiliki hak dan keinginan yang sama dari perhatiannya sebagai Leaders,”tandas.

Firman menambahkan jangan sampai 5 tahun kepemimpinannya kedepan, 1.825 hari kerjanya sebagai Gubernur NTB 1500 harinya digunakan untuk blusukan.

“ Dan kita sebagai daerah-daerah yang ada di Pulau Sumbawa ini hanya kebagian blusukannya saja tapi realisasi dari program-program yang tertuang dalam visi misi dan RPJMD 19-23 termasuk perubahanan dan penyesuaian anggarannya itu cuma terimplementasikan di Pulau Lombok terus,” tegas Ketua Geram KSB.

Masih Firman melanjutkan, Bang Zul jangan ingkari janji kampanyenya dulu. Menurutnya masyarakat KSB masih ingat betul lakonnya (Gubernur NTB – Red) waktu itu ketika beliau masih menjadi calon Gubernur pada kampanye 2018 silam dengan gagahnya beliau berpidato di kediaman Bupati Sumbawa Barat dan mengatakan bahwa salah satu sebab beliau berkeinginan untuk maju menjadi Gubernur NTB itu karena Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki potensi untuk menjadi pusat Industri baru regional maupun nasional dengan adanya wacana pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian logam (Smelter) yang ditaksir akan menelan anggaran 12 Triliun Rupiah di tambang Batu Hijau Maluk–Sumbawa Barat.

Lanjut Firman, kini lebih dari 10 tahun sudah Smelter itu ditunda pembangunannya dan tiba-tiba saja KEK Mandalika muncul dan semua energi kita dicurahkan kesana dan Smelter hanya menjadi isu srategis regional yang dipandang sebelah mata dan terkesan omong kosong.

“Padahal kita sedang menghadapi berkah demokrafi bonus yang  dimana angka usia produktif kita sangat tinggi dan apabila gagal dikelolah dan dimanfaatkan secara baik maka demokarafi bonus ini sekaligus juga akan menjadi musibah.”ujar Firman.

Seperti diketahui, di Sircuit Mandalika yang baru saja diresmikan langsung oleh Presiden RI Ir, H. Joko Widodo pada 12 November 2021 yang lalu saat ini sedang berlangsung event dunia Worl Superbike dan Asian Talent Cup.

“ Selepas Ini kami menunggu janji Gubernur untuk Smelter,”tegas Firman.

Terakhir Firman mengingatkan, Gubernur harus bersinergi dengan baik dengan Bupati KSB dan jangan sampai rakyat melihat ada gape dan ketidak harmonisan hubungan antara Gubernur dan Bupati KSB selama ini.

“ Setidaknya jangan rakyat yang dijadikan korban, karena kami memiliki hak untuk dilayani secara adil dan merata. Sekarang kami sebagai masyrakat menuntut keduanya untuk berbicara terus terang kepada rakyat apakah Smelter itu faktual atau hanya janji semu karena masyarakat membutuhkan kepastian,” tutup Firman.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya