Fahri Hamzah : Perusahaan Sosmed Jangan Sampai Masuk ke Politik Yang Partisan

KMCNews- Hadirnya perusahaan-perusahaan sosial media seperti Twitter, Facebook, Instagram di Indonesia, dapat terima sebagai bagian dari bisnis yang juga ikut menguntungkan demokrasi di Indonedia.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, SE karena sosial media membuka ruang untuk berkomunikasi diantara sesama anak bangsa, lintas budaya, agama dan lain-lainnya. Ada banyak keuntungan yang didapat disana.

Tetapi kehadiran sosial media menurutnya, tidak boleh masuk ke wilayah politik yang partisan. Misalnya memblokir instagram atau akun ulama yang sudah punya follower jutaaan. Itu patut dipertanyakan. Apa dasarnya.

“Kalau ternyata itu dasarnya adalah politik yang partisan, berarti mereka tidak saja berbisnis, tetapi juga berpolitik. Oleh sebab itu harus ditanyakan, apa sebabnya, “tandad Fahri dalam releasenya kepada media ini,(25/2).

Dikatakan Fahri, Ustadz Abdul Somad, Lc adalah ulama kita yang kita hormati pikiran-pikirannya. Jadi jangan sampai ada orang yang berbuat dzalim kepada dia. Atau bertindak sepihak.

Karena itu, menurutnya media sosial yang memblokir atau menghapus akun Ustadz Abdul Somad harus diundang dan ditanyakan kepada mereka alasannya.

“Sebaiknya Menkominfo yang melakukan klarifikasi awal, supaya tidak meresahkan. Nanti di awal Masa Sidang tanggal 5 Maret pekan depan saya mengusulkan Komisi 1 DPR RI agar memanggil perwakilan perusahaan sosial media secara umum dan Instagram secara khusus untuk menemukan titik terang apa yang terjadi dengan akun Ustadz Abdul Somad,”pungkas Fahri., (K1)