Elit PBB, PAN dan PKPI KSB, Diam-diam Lakukan Pertemuan Khusus Bahas Pilkada

KMCNews – Tiga tokoh Partai Politik Sumbawa Barat, masing-masing M. Nasir, S. T (PAN), Agusfian, S. E (PBB) dan Aheruddin Sidik, S. E,. M. Si (PKPI), diam diam dikabarkan melakukan pertemuan khusus bahas Pilkada Sumbawa Barat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mataram (LEM), Jum’at (27/9/19), juga turut hadir Habibullah yang mengklaim sebagai refresentasi Ustadz M. Nur Yasin (Ustat Nun).

Menurut pandangan Habibullah kepada KMCNews, pertemuan ketiga tokoh dari lintas Parpol tersebut, mengarah kepada kemungkinan untuk berkoalisi dan mengusung calon tertentu.

” Kami menangkap pertemuan ketiga tokoh Parpol ini, membawa titik terang. Ketiganya ternyata mempunyai Visi yang searah untuk membawa perubahan yang lebih baik di Kabupaten Sumbawa Barat,” kata Habibullah.

Pertemuan bersama tiga pimpinan Parpol yang sama-sama memiliki dua kursi di DPRD KSB tersebut, menurut Habibullah, sebenarnya sudah lama ditunggu-tunggu, apalagi dalam keyakinannya ketiga Parpol ini sangat diperhitungkan dalam menyongsong Pilkada KSB 2020.

“Melihat dari kesamaan Visi kedepan, sepertinya sudah ada titik temu kira-kira siapa pasangan yang akan diusung oleh ketiga Partai ini. Hanya saja belum saatnya dibuka ke publik. Yang jelas pasangan yang kuat di akar rumput akan sangat diperhitungkan nantinya”, tandasnya.

Lalu apakah ya, ketiga tokoh tadi akan mengarahkan dukungannya ke bakal calon tertentu, sebut saja Ustat Nun misalnya, atau pertemuan yang memang secara khusus membahas rencana koalisi.

Menanggapi hal ini, Ketua DPC PBB KSB, Agusfian yang disebut turut hadir, mengatakan, pertemuan yang dimaksud adalah merupakan diskusi-diskusi biasa.

” Ya biasalah kalau kami ketemu bersama-sama pasti bahas Pilkada, tapi ini belum mengarah atau mengerucut mendukung siapa, apalagi koalisi, itu hanya diskusi biasa,” ujar Agung sapaan akrab politisi asal Brang Rea, kepada KMCNews, Sabtu (28/9/19).

Agung menegaskan, jika Pilkada KSB adalah panggung bersama sehingga setiap tokoh politik punya hak untuk membahas dan berdiskusi masalah politik terutama menghadapi Pilkada, sehingga demokrasi tidak terkesan mati apalagi monopoli.

PBB sendiri dikatakan Agung, akan memberikan kesempatan kepada semua tokoh mulai dari kader hingga masyarakat luas yang dianggap mampu untuk tampil sebagai kandidat.

” PBB usai Muswil seperti Parpol lainnya, juga akan buka penjaringan calon, diperkirakan akhir oktober atau awal Nopember nanti,” demikian ungkap Agusfian, S. E. (K-1)