Disebut Berada Grup Neraka Persisam Tak Mau Gagal Lagi, Bagaimana  Klub Lainnya

KMCNews, Sumbawa Barat – Genderang Kompetisi Liga 1 Sumbawa Barat telah ditabuhkan dan segera digulir, operator Liga 1 telah melakukan Drawing  belum lama ini.

Kompetisi bergensi perdana ini dibagi menjadi 4 Grup dari 20 Klub yang menjadi konstestan, itu artinya setiap grup akan diisi oleh masing-masing 5 klub.

Dari drawing tersebut Grup A disebut-sebut sebagai grup neraka, betapa tidak klub yang merajai persepakbolaan KSB selama ini berkumpul disini, yakni Laskar Mandiri, Persisam Sampir, Goa FC, Panser FC dan PS Sekongkang.

Laskar Mandiri misalnya, adalah klub yang terbilang pendatang baru, namun klub asal Tepas Brang Rea ini memiliki prestasi mentereng dalam 2 tahun terakhir, di Piala Bupati terakhir Laskar Mandiri berada di  babak 8 besar, di Copa KSB 2018 Laskar Mandiri menjadi juara III, puncak prestasi klub yang dipimpin Norvie Aperiansyani ST, MA ketika menjuarai Peta Cup 2018.

Kemudian Persisam, klub yang dimotori Muhdar Doris kiprahnya selama ini tak diragukan, berbagai gelar juara pernah disabet klub asal Sampir tersebut. Sayangnya di dua ajang bergengsi Piala Bupati dan Copa KSB, Persisam hanya mampu menjadi runner up.

Tak mau dibilang sebagai tim pecundang di tempat yang sama Stadion Gibraltar di dua Kompetisi terakhir, Persisam menurut Doris tetap mempertahankan sumber daya yang ada, namun timnya melakukan evaluasi total menghadapi Liga 1.

“ Liga 1 ini sebagai refleksi membangun kembali kegagalan dua kali jadi runner up di Gibraltar,  kami masih dengan kekuatan yang dulu karena mereka sudah padu dan solid, ” tandas Muhdar Doris, bos Persisam.

Klub lainnya, Goa FC tak kalah mentereng prestasinya belakangan ini, klub asal Goa Jereweh tersebut menjadi klub selanjutnya di Grup A, Goa FC adalah Juara bertahan Piala Bupati sedangkan di ajang  Copa KSB, Laskar Datu Museng (julukan Goa FC) menjadi juara ketiga.

Sementara dua klub lainnya di Grup A Panser FC dan PS Sekongkang, Panser FC meski selama ini prestasinya cenderung menurun dalam 2 tahun terakhir, namun klub yang dimotori Masadi, SE Ketua Harian Askab PSSI KSB tersebut memiliki segudang prestasi, tentu nama besar Panser FC menjadi jaminan persaingan di Liga 1 khususnya grub A.

Sedangkan PS Sekongkang klub wilayah selatan KSB tersebut, dalam beberapa kompetisi terakhir prestasinya juga cenderung menurun, namun perlu diingat Klub ini memiliki ambisi positif khususnya di Liga 1, meski kurang beruntung dalam beberapa kompetisi terakhir, PS Sekongkang juga dikenal paling getol mendatangkan pemain berkwalitas, tentu Liga 1 menjadi pembuktian bahwa klub ini masih bisa berprestasi seperti sebelumnya.

Melihat gambaran sejumlah klub diatas, dapat dipastikan serunya kompetisi Liga 1 KSB mendatang, bukan hanya persaingan klub di Grup A,  15 klub lainnya yang juga merupakan sederet klub papan atas KSB selama ini.

Menurut regulasi yang disiapkan operator Liga 1 dan PSSI KSB, setiap klub akan bersaing lolos degradasi disamping mengejar babak selanjutnya, dimana dalam setiap grup akan ada dua klub degradasi ke Liga 2 yakni urutan keempat dan kelima, sedangkan dua teratas  juara grup dan runner up di tiap grup akan bertarung ke babak selanjutnya yakni putaran 8 besar, untuk klub yang berada diurutan ketiga disetiap grup, tidak lolos babak berikutnya namun tidak juga degradasi atau tetap bertahan di Liga 1 musim berikutnya.(K-V)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: