oleh

Dinilai Tanpa Kajian, Pembangunan Jembatan Plat Beton Ditolak Warga

Sumbawa Barat – Proyek Pembangunan Drainase  dan Jembatan plat beton di jalan Provinsi jalur 2 Desa Tambak Sari kecamatan  Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat yang dikerjakan secara swakelola oleh Balai Satuan Kerja (Satker)  Jalan Propinsi Wilayah Sumbawa pada tahun anggaran 2022 ini disoal warga sekitar.

Pasalnya pembangunan gorong-gorong plat  beton tersebut terkesan asal-asalan dan tidak dilakukan uji kelayakan serta dampak bagi lingkungan, akibatnya masyarakat RT. 04 RW. O3 Dusun Tengah Desa Tambak Sari lakukan protes ke Pemerintah Desa.

Menyikapi hal itu Kepala Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano Suhardi mengaku langsung berkordinasi dengan kepala balai atas kondisi ini, sehingga pengerjaan pembangunan gorong-gorong plat beton di hentikan sementara.

“Saya telah mendatangi kantor kepala balai di sumbawa guna mendiskusikan persoalan ini”. ungkap Suhardi

Menurut Suhardi, kalau lokasi yang disoal saat ini tidak pas kalau dibangun gorong pelat beton besar seperti yang direncanakan orang balai . Dimana sasaran air dari gorong – gorong pelat beton itu mengarah ke pemukiman warga dan tidak sesuai dengan kapasitas drainase lingkungan yang tersedia

” Peningkatan Pembangunan Gorong – gorong Plat Beton yang berlokasi depan Kantor Desa lama cukup besar tidak sesuai dengan drainase yang tersedia “. terang Suhardi

Disebutkan Suhardi, apabila pembangunan dipaksakan, maka Warga RT.004 akan terendam banjir, dan pihaknya telah menawarkan beberapa lokasi untuk dialihkan.

” Kami disini merasakan langsung akibat air luapan dari jalan tersebut dan nyaris setiap musim penghujan kami kebanjiran dan terendam air di pemukiman warga kami makanya kalau tempat yang saat telah di gali sangat tidak cocok dan akan menjadi malapetaka bagi warga kami”. ujarnya.

Disebutkan Suhardi Beberapa titik yang diusulkan Kades Tambak Sari ini kepada pihak Satker diantaranya dipindah kearah samping TK Negeri 2 Desa Tambak Sari, karena dilokasi tersebut arah pembuangan airnya tidak mengganggu pemukiman.

“Kalau disana air kiriman itu tidak masuk ke pemukiman langsung ke arah kali kecil disana”. demikian ujar Kades Suhardi.(KH)

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya