Diduga Ada Gas Bumi Di Kota Taliwang

KMCNews – Gas Bumi atau sering juga disebut gas alam atau gas rawa diduga terdapat dikedalam tanah wilayah Kota Taliwang Sumbawa Barat.

Semburan yang beraroma gas hingga mengeluarkan api saat disulut dengan korek, mengegerkan  Warga RT. 04 RW. 06 Lingkungan Bosok Kelurahan Menala, Senin (28/8) kemarin. Lokasi tersebut  yang secara geografis berada di tengah Kota Taliwang Sumbawa Barat.

Munif salah seorang warga setempat, kepada KMCNews Rabu (30/8) mengaku, hingga kini semburan gas dari dalam tanah terus saja terjadi di lokasi yang kini sudah di kelilingi Police Line.

“ Suara tegangan dari dalam tanah terdengar hingga kepermukaan, terutama pada malam hari suaranya sangat jelas, suranya seperti bug..bug..bug”ujarnya.

Munif menuturkan, kejadian bermula saat penggalian tanah untuk  sumber air atau sumur bor,pada senin lalu sekitar pukul 15.00 Wita, tepat dikedalaman 12 meter dengan lubang berdiameter 4 inci, mengeluarkan uap.

Seorang penggali yang bernama adi, mencoba mengambil korek karena mencium aroma gas, sesaat kemudian api langsung berkobar dan membuat sebagian wajahnya terbakar.

Menurut Munif, api dari pipa sumur bor tersebut baru bisa dipadamkan dengan soda api setelah datang tim pemadam kebakaran.

“ Kalau pakai air atau pasir api gak bisa padam, baru dengan soda api langsung padam, tapi ketika tim pemadam mencoba menyulut api lagi langsung menyala,”katanya.

Kini lubang sumur bor selain dikelilingi Police Line telah ditutup dengan bekas panci, dan ditumbun dengan sejumlah batang kayu.

Menurut Munif, yang sebagian bangunan rumahnya persis 2 meter dari lokasi sumur bor, mengaku khawatir dengan situasi tersebut, ia selalu menjaga-jaga jangan sampai ada pihak yang coba menyulut api.

“ Saya sama istri yang tadinya masak disekitar lokasi, saat ini sudah memindahkan kedalam rumah, gak berani masak disekitar itu,”ujarnya.

Lebih jauh Munif menceritakan, bahwa kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi disekitar wilayah setempat, tepatnya tahun 2000 lalu, dimana seorang warga yang persis berada disebelah kanan depan rumahnya atau sekitar 30 meter, pernah membuat sumur bor dan menemukan hal serupa, hanya saja saat itu sang penggali sumur bor tidak menyulutkan api.

“ Si penggali ini bilang kejadian begini selama menggali sumur bor baru kali ini terjadi hanya ditempat saya, namun seingat saya dulu yang begini pernah juga terjadi didepan rumah,”tuturnya, sembari menunjuk lokasi sebelumnya.

Paska ditemukannya sumber api dari dalam tanah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat hingga kini belum memberikan keterangan resmi, menurut Munif Selasa kemarin pernah dikunjungi Pemerintah setempat, namun hanya datang melihat lokasi.

“ Pihak Pemerintah yang datang kemarin, berjanji akan datang kembali bersama Pemerintah Provinsi untuk melakukan pengecekan lebih jauh,” tandasnya.

Akibat kejadian ini, sejumlah spekulasi pun terjadi ditengah masyarakat, ada yang berasumsi jika api tersebut berasal dari gas bumi, persepsi ini muncul karena belum ada pemeriksaan lebih jauh.

Jika mencermati tentang gas bumi, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4).

Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas.

Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.(K1)

 

 

 

 

 

 

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *