Desa Tua Nanga Butuh Tambahan Dropping Air Bersih

KMCNews, Poto Tano – Musim kemarau yang cukup panjang selama beberapa bulan terakhir ini mengakibatkan mulai menipisnya sumber air di beberapa desa di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.

Meski Pemerintah setempat sudah menyalurkan bantuan, tapi masih belum bisa maksimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejumlah desa dengan jumlah warga mencapai 4.932 jiwa tersebut meliputi, Desa Kiantar Poto Tano 1. 100 jiwa, Desa Tua Nanga 1.665, Mantar 1. 080 jiwa, Senayan 315 jiwa, Desa Air Suning Seteluk 865 jiwa, Meraran 650 jiwa, Desa Lamusung 972 jiwa, dan Desa Kelanir 780 jiwa.

” Ya, Pemkab sudah mulai melakukan pendistribusian, namun jumlahnya masih sangat terbatas,” kata kepala Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano, Syamsudin S. Ap, Selasa(13/8).
Ia mengaku, selama kekeringan yang terjadi hampir 3 bulan ini, warga di wilayah yang dipimpinnya terpaksa harus membeli air dari wilayah terdekat.

” Air dibeli untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini terpaksa dilakukan karena sumur dan sumber air yang ada kering,” keluhnya.

Menurutnya, jumlah sebaran penduduk di Desa Tua Nanga mencapai sekitar 1. 665 jiwa.

Dari jumlah itu, jika dibandingkan dengan jumlah pendistribusian air bersih yang hanya tiga tangki perhari, maka masih ada sebagian warga lainnya yang tidak kebagian.

Apa lagi keberadaan sumur bor di beberapa titik yang pembangunannya dihajatkan untuk pemenuhan air bersih, belum bisa dimanfaat secara maksimal oleh masyarakat,
Untuk itu, ia berharap agar pemerintah melalui BPBD setempat untuk dapat mengoptimalkan pendistribusian air bersih menjadi lebih merata.

” Jika tidak dioftimalkan, pengeluaran warga bisa semakin membengkak. Pemerintah harus memperkuat kapasitas dengan menambah volume pendistribusian air bersih ini,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat, Ir. Lalu Muhammad Azhar MM, tak menampik pendistribusian air bersih ke desa Tua Nanga masih belum maksimal.

Keterbatasan jumlah armada tangki yang digunakan untuk mendroping air bersih ke lokasi tujuan ditenggarai sebagai penyebabnya.

” Kita saat ini hanya memiliki
tiga unit mobil tangki sehingga penyalurannya belum begitu maksimal. Selain itu, penyaluran air bersih ini tidak hanya terpaku kepada salah satu desa saja, tapi ke desa-desa lain yang juga sama mengalami krisis air bersih, “ungkapnya.

Tidak hanya desa – desa yang ada dikedua wilayah itu, Azhar juga mengatakan Desa Persiapan Lamunga Kecamatan Taliwang masuk dalam wilayah yang mengalami krisis air bersih.

” Di Desa ini ada sekitar 725 jiwa yang membutuhkan air bersih. Kita sudah melakukan pendistribusian setiap hari nya dengan volume yang sama dengan desa lainnya,” imbuhnya.

Meski demikian, dengan armada seadanya, pihaknya tetap akan berusaha melakukan droping agar bisa mencakup ke seluruh wilayah yang mengalami krisis air.

” Masyarakat kami minta bersabar. Kami akan terus berupaya agar penyalurannya bisa dilakukan secara cepat dan oftimal,” pungkasnya. (K. SZI)