Dana Bos Untuk Pengadaan Tablet Siswa Diharapkan Tanpa Intervensi

KMCNews – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong proses belajar mengajar berbasis digital di Sekolah.

Untuk mendukung kearah itu, dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) disediakan Pemerintah untuk pengadaan Tablet komputer bagi sejumlah siswa mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)

Di Kabupaten Sumbawa Barat dilaporkan ada sebanyak 13 Sekolah yang akan menerima bantuan tablet tersebut, dengan total anggaran sebesar Rp. 2.3 Milyar untuk pengadaan 1.047 tablet untuk siswa di 13 Sekolah yang terpilih.

Adapun Sekolah penerima bantuan BOS Afirmasi dan Kinerja di KSB yakni, untuk SD sebanyak 8 Sekolah yaitu, SDN Sermong, SDN Talonang Baru, SDN 4 Taliwang, SDN 9 Taliwang, SDN 10 Taliwang, SDN 2 Sekongkang, SDN 2 Taliwang dan SDN 12 Taliwang, sedangkan untuk SMP hanya 2 sekolah yakni, SMPN 2 Sekongkang dan SMPN 8 Taliwang.Sementara untuk SMA sederajat yakni 3 Sekolah yaitu SMAN 1 Taliwang, SMAN 1 Poto Tano dan SMKN 1 Maluk.

Sejumlah kalangan sumber media, mendorong system pengadaan tablet ini berjalan sesuai prosedur tanpa intervensi, ini penting diingatkan menyusul terendus sinyalemen ada oknum di DPRD Sumbawa Barat dan oknum di dinas terkait diduga mengarahkan dan menggiring sejumlah Kepala Sekolah untuk membelanjakan tablet ke oknum pengusaha tertentu, ini akan dikhawatirkan berdampak pada buruknya kwalitas barang.

Menyadari hal ini, manager BOS Sumbawa Barat, Luthfiah Ruswati, S.Pd, M.Pd mengaku, sudah mengingatkan dan memastikan pihak Sekolah agar bebas menentukan kemana belanja pengadaan tablet ini.

Ia mengakui jika ada banyak pengusaha lokal KSB yang datang menawarkan diri sebagai penyedia barang, namun umumnya yang datang tidak memiliki Siplah (Aplikasi khusus Market Place penyedia barang pengadaan Kemendikbud) dan mereka bekerjasama dengan pengusaha dari luar KSB.

“ Kita akui banyak yang datang, karena pengadaan melalui Siplah pengusaha lokal belum ada yang punya Siplah, kemudian mereka menggandeng pengusaha  dari luar KSB, ini tentu akan berantai dan ketika pengadaan bersifat berantai maka tentu kwalitas patut diperhitungkan,”ujar Luthfiah Ruswati saat bincang dengan KMCNews diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Luthfiah Ruswati, S.Pd,M.Pd Manager BOS/ Kabid Pembinaan SMP Dikbud KSB

Luthfiah kembali menegaskan, karena pengadaan tablet ini melalui Siplah maka pihaknya memastikan tidak ada intervensi.

“ Kami percayakan sepenuhnya pembelanjaan itu dilakukan oleh Sekolah, masalah adanya dugaan oknum –oknum yang melakukan intervensi tersebut kami tidak tahu menahu,”tandasnya.

Luthfiah memaparkan anggaran BOS untuk pengadaan tablet tersebut saat ini sudah ada di Sekolah hanya saja sejauh ini masih offline, kemungkinan menurutnya akhir april baru bisa diakses dan pengadaan tablet ini dibuka.

Alokasi dana Pengadaan tablet ini dikatakan Luthfiah adalah BOS Afirmasi dan kinerja. Sekolah yang menerima bantuan tablet dari BOS afirmasi diprioritaskan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) sedangkan BOS Kinerja adalah sekolah yang memiliki kinerja yang baik. (K-1)

Leave a Reply

%d bloggers like this: