oleh

Cegah Covid-19, Dikes KSB Gelar Sosialisasi dan OJT Tes Lacak dan Isolasi Bagi Babinsa Bhabinkamtibmas Petugas Pustu dan Bidan Desa

Sumbawa Barat – Dalam rangka optimalisasi Pelaksanaan Tes Lacak dan Isolasi penyebaran Covid-19 bersama TNI dan POLRI, Dinas Kesehatan Sumbawa Barat menggelar sosialisasi dan On Job Training (OJT) bagi Babinsa bhabinkamtibmas petugas Pustu dan Bidan desa.

Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas yanga da di seluruh Kecamatan yang ada di Sumbawa Barat dalam sepekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, H.Tuwuh,.S.E menjelaskan, pelacakan kontak dilakukan oleh petugas  pelacak (tracer), yaitu petugas kesehatan maupun  masyarakat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kader, karangtaruna,  PKK dan relawan  lainya yang kemudian mendapatkan pelatihan.

Ditegaskan Kadis Dikes H. Tuwuh, kegiatan pelacakan kontak dikoordinasikan oleh  Puskesmas, adapun peran tracer itu dijelaskan H.Tuwuh mencari dan memantau kontak erat selama selama  karantina dan Isolasi, kemudian memberikan informasi yang benar terkait COVID-19  termasuk pentingnya karantina dan isolasi yang benar.

“ Selain itu peran tracer memantau kondisi kesehatan orang yang melakukan  larantina dan Isolasi dengan menanyakan bagaimana  keadaan kesehatannya selama masa karantina dan  Isolasi serta melaporkan hasil pemantauan kepada Petugas  Puskesmas (koordinator tracer),” jelas H.Tuwuh.

Adapun prinsip kerjasama yang di harapkan  antara petugas yang ada menurut H.Tuwuh, yakni  prinsip PPKM Mikro tetap dimana satgas/posko di desa dengan semua perangkat yg telah ada,tenaga traser dari babinsa dan polri akan dikoordinasikan oleh tenaga di Puskesmas,

Kemudian lanjutnya, tracer perlu dilatih/orientasi dan diawal kegiatan dilakukan OJT (on the job Training), kemudian Kepala puskesmas perlu berkoordinasi dg Danramil dan kapolsek serta camat untuk mendukung pelaksanan 3T.

Sementara pada Desa dan Kelurahan dengan  dengan merah /oranye akan mendapat perhatian khusus.

Sedangkan Teknis kendali koordinasi, menurut H. Tuwuh  PJ survailance akan menginfokan bila ada kasus konfirmasi/suspek yg berdomisili di desa  untuk di lacak, tracer melakukan pelacakan kasus konfirmasi dan suspek untk dapat kontak erat, tracer berkoordinasi dengan PJ Puskesmas untuk jadwal testing dari suspek dan KE, tracer memantau Suspek/KE baik yang karantina maupun isolasi mandiri.

“ Tujuan kegiatan ini,  mlaksanakan pencegahan dan penanganan covid-19 di Sumbawa barat dengan melibatkan babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai tenaga Tracer guna membantu dalam  Memutus rantai Penularan kasus covid-19 dan Menurunkan Kurva lonjakan kasus Covid-19,” demikian jelas H. Tuwuh.(*)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya