oleh

Bupati KSB Ditetapkan sebagai Peraih Anugerah Kebudayaan oleh PWI Pusat

Jakarta – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, kembali menerima penghargaan, kali ini penghargaan bergensi dari PWI Pusat berupa Anugerah Kebudayaan (AK) yang akan diberikan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 mendatang di Kendari Sulawesi Tenggara.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada HPN NTB 2016 era Ketua Umum PWI Margiono, hingga HPN 2020, dan 2021 era Atal S. Depari, sudah 27 Bupati/ Wali Kota yang menerima penghargaan tersebut.

Diantaranya Wali Kota Bandung (2013-2018) Ridwan Kamil, sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat saat ini, Bupati Banyuwangi -Jawa Timur (2016-2021) Abdullah Azwar Anas, Bupati Wakatobi – Sulawesi Tenggara (2011-2016) Hugua, Wali Kota Baubau – Sulawesi Tenggara H. AS Tamrin, Bupati Luwu Utara-Sulawesi Selatan Hj.Indah Putri Indriani, Bupati Tubaba – Lampung Umar Ahmad, Wali Kota Banjarmasin-Kalimantan Selatan Ibnu Sina, Wali Kota Ambon- Maluku Richard Louhenapessy,Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Singkawang- Kalimantan Barat Tjhai Chui Mie, dan Wali Kota Mojokerto – Jawa Timur Ika Puspitasari.

Untuk peraih AK PWI tahun 2022 ada sebanyak 10 Bupati Walikota yang masuk Nominasi diantaranya, Wali Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Rahmat Effendi; Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, La Bakry ; Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana; Bupati Indramayu, Jawa Barat, Hj. Nina Agustina.

Kemudian Wali Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, H. Helmi Hasan; Bupati Lamongan, Jawa Timur, H.Yuhronur Efendi; Walikota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka.

Selanjutnya Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat H. Fadli Amran (Datuak Paduko Malano); Bupati Magetan, Jawa Timur, H. Suprawoto, dan Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, H. Musyafirin.

Bupati HW Musyafirin salah satu yang terplih berdasarkan keputusan rapat Dewan Juri AK PWI – HPN 2022, Kamis sore , 16 Desember 2021, usai babak presentasi proposal 10 Bupati / Walikota Nomine AK PWI 2022 di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Tim juri Anugerah Kebudayaan PWI untuk Bupati / Walikota pada HPN 2022, dengan mengacu pada kriteria penilaian yang ada, memutuskan : Bupati Sumbawa Barat, NTB, Periode 2015 – 2021, 2021 – 2026 Musyafirin, berhak menerima trofhy dan piagam penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI pada puncak perayaan HPN di Kendari, Sulawesi Tenggara tanggal 7-9 Februari 2022,” bunyi Keputusan Dewan Juri AK PWI.

Sebelumnya, dalam presentasi yang berlangsung Kamis siang, Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, berhasil memukau dewan juri saat memaparkan proposal berjudul ‘Gotong Royong (Siru’) Menangkan Kesehatan dan Kemanusian di Kabupaten Sumbawa Barat’.

Ia menjelaskan, gotong royong selama ini ada tetapi hanya sebatas nilai, dogma bahkan fatamorgana.  Karena itu, gotong royong di Sumbawa Barat kemudian dilembagakan, dilengkapi perangkatnya, sehingga menjadi instrument untuk mencapai tujuan, khususnya dalam pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

“Artinya ketika kita definisikan gotong royong ini, kita bentuk perangkatnya, dia akan menjadi eksis dan bisa diterima oleh siapapun, termasuk oleh generasi millenial. Jadi yang kita berdayakan gotong royongnya, disamping sebagai sebuah sistem nilai, juga sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama,” urainya.

Dewan Juri yang terdiri dari Ninok Leksono (Wartawan Senior Kompas dan Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Nungki Kusumastuti (Dosen Institut Kesenian Jakarta, penari, bintang film), Agus Dermawan T (Penulis buku kebudayaan dan seni, pengamat seni rupa), Atal S.Depari (Ketua Umum PWI Pusat, Wartawan), dan Yusuf Susilo Hartono (Pengurus PWI Pusat, Wartawan, dan Pelukis), menilai pemaparan yang disampaikan HW Musyafirin sangat lengkap.

Budaya Siru’ (gotong royong) yang sebelumnya hanya sebagai dogma, lalu dilembagakan dan diberdayakan sebavai alat untuk mencapai tujuan oleh pemerintan Kabupaten Sumbawa Barat  dinilai Dewan Juri sebagai sesuatu yang ikonik.

“Apa yang bapak sampaikan ini luarbiasa, merubah nilai menjadi program. Ini sesuatu yang ikonik yang tahun-tahun kemarin belum muncul, tapi tahun ini muncul dari Bapak dengan Siru’,” puji salah satu Dewan Juri, Yusuf Susilo Hartono, yang juga Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2022.(**)

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya