oleh

Buntut Tambang di KSB, JK Minta Kadis ESDM NTB Dicopot

Sumbawa Barat – Tokoh masyarakat Sumbawa Barat Junaidi Kasum (JK) mendesak Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk mencopot Kepala Dinas ESDM NTB, menyusul maraknya aktivitas tambang di Sumbawa Barat yang dinilai masuk tanpa pamit ke tengah mayarakat.

Pernyataan JK ini dengan melihat adanya aktivitas eksplorasi Mineral Non Logam oleh sebuah perusahaan PT. Puncak Jaya Utama di Desa Seminar Salit Brang Rea.

“ Saya kemarin balik kampung halaman di Seminar Salit, ternyata disana ada tambang Mineral Non Logam, masyarakat setempat tidak tahu dan tidak pernah ada sosialisasi,”keluh JK tokoh KSB yang saat ini berdomisili di Mataram, saat jumpa pers di Taliwang, Senin (21/6/2021).

Kepala Dinas ESDM NTB, selaku otoritas yang bertanggung jawab terhadap persoalan tambang yang ada khususnya di Sumbawa Barat, menurut JK harus peka dan melihat masalah tambang di KSB saat ini carut marut, mulai dari tata ruang, perijinan dan seterusnya.

“ Jangan seenaknya mudahkan investasi tambang di KSB, tentukan tata ruangnya dulu, KSB dan Pulau Sumbawa umumnya cukuplah dengan perijinan tambang AMNT yang sudah ada saat ini di Batu Hijau dan Dodo Rinti,” saran JK.

Akibat adanya kelonggaran akhirnya menurut JK, Bupati dan Gubernur saling lempar tanggung jawab, dicontohkannya kasus tambang di Samoan sebelumnya semua ribut.

“ Kita tidak mau hal seperti ini selalu terulang, kalau mau KSB tata ruangnya ditetapkan sebagai daerah tambang ya sekalian saja kita pindah dari KSB,” ketus JK.

Apalagi perusahaan yang datang nambang ini, menurut JK dalam amatannya ragu sebagai perusahaan yang memiliki  reputasi di dunia industri pertambangan selama ini.

“ Kita tidak mau KSB ini dijadikan sebagai tempat belajar eksplorasi oleh perusahaan-perusahaan tidak jelas, apalagi tidak ada sosialisasinya, ini saya kaget pulang kampung tahu – tahu ada perusahaan tambang masuk KSB, dia nambang mineral non logam jenis apa, titik koordinatnya harus jelas, dan pemerintah harus awasi sesuai koordinat yang diijinkan, dan ijinnya harus diperlihatkan” pungkas JK.

Seperti diketahui perusahaan yang disebutkan diatas berencana melakukan ekplorasi mineral non logam di 7 Desa yang ada di KSB salah satu diantaranya di Desa Seminar Salit.

Belum jelas jenis mineral non logam apa yang akan di tambang.Otoritas perusahaan ini dihubungi beberapa media sejuah ini belum berikan tanggapan.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya