Besar Potensi Budidaya Udang Vaneme di Desa Dasan Anyar, Sayang Masih Masalah dengan Listrik

KMCNews – Desa Dasan Anyar merupakan salah satu Desa di Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat. Mayoritas penduduknya adalah petani, namun dibalik itu ternyata Dasan Anyar juga menyimpan potensi yang sangat menjanjikan dan tidak banyak dimiliki Desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Masyarakat Desa Dasan Anyar memang sudah sejak lama telah mengenal usaha tambak, namun selama ini masih belum optimal karena umumnya hanya dilakukan secara tradisional, misalnya dengan mencampur udang, bandeng, dan nila dalam satu kolam pemeliharaan, dan itu membuat dulu hasilnya menjadi belum maksimal.” terang Muhammad Solihin, Kepala Desa Dasan Anyar menuturkan.

Solihin akrabnya dia disapa menyebutkan, lokasi tambak yang ada sangat strategis berada di sepanjang sisi aliran sungai namun juga tidak jauh dari muara sungai membuat kondisi airnya sangat sesuai dengan kebutuhan usaha pertambakan.

“Selain itu airnya masih bersih karena tidak terkontaminasi air limbah pemukiman warga juga saat aliran pasang surut air laut lancar teratur sehingga petambak dapat mengatur penggantian/penambahan air sesuai kebutuhan, kondisi ini pula yang menyebabkan kualitas air tambak menjadi mudah disesuaikan dengan kebutuhan budidaya udang Vaname,” lanjutnya.

Menurut Solihin, saat ini sudah ada kurang lebih 10 hektar lahan tambak milik masyarakat yang sudah berbentuk petakan-petakan tambak yang telah siap dikelola, beberapa diantaranya memang sudah aktif menambak walaupun masih dengan pola yang beragam. Bahkan diantaranya sudah ada yang menambak udang vaname menggunakan sistem semi intensif dengan hasil 1,4 ton dalam satu petak berukuran sekitar 20 are.

“Kedepan rencananya akan ada sekitar 5 hektar lagi yang akan dikembangkan untuk masyarakat, saya berharap dan mengajak warga Desa Dasan Anyar untuk bisa memanfaatkan potensi alam yang sudah dikaruniakan Allah SWT ini agar menjadi salah satu sumber nafkah bagi keluarga dan juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat disekitarnya,” tambahnya.

“Bagi masyarakat yang akan melakukan usaha budidaya udang vaname akan disediakan juga teknisi budidaya yang akan bertugas melakukan pendampingan teknis budidaya” demikian Muhammad Solihin menutup pembicaraannya.

Sementara itu, Desy Aisyanthi salah seorang petani tambak di desa Dasan Anyar menyampaikan pengalamannya, dimana  awalnya menambak dengan sistem yang sangat sederhana tanpa program yang pasti, hasilnya pun sangat sedikit bahkan hanya balik modal.

Namun pada siklus kali ini, mereka mencoba  lagi dengan sistem semi intensif yang lebih terprogram dan hasilnya bisa mencapai 1,4 ton pada lahan seluas 20 are.

“Masyarakat disini juga sangat membantu jalannya usaha ini, untuk mengoperasikan satu petak tambak berkapasitas lebih dari 100 ribu tebaran kami mempekerjakan setidaknya 3 orang pekerja dari masyarakat sekitar, kedepan kami berharap dapat menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja seiring dengan perkembangan usaha kami,” katanya.

Jika di lokasi ini terdapat 50 petak tambak yang beroperasi maka setidaknya akan mampu menyerap tenaga kerja kurang lebih 150 orang pekerja, demikian pula jika dalam dalam satu petak minimal menghasilkan 1 ton udang maka dalam satu siklus akan menghasilkan sekitar 50 ton udang yang akan dapat langsung diserap oleh kebutuhan pasar udang segar di Sumbawa Barat.

Fakta menunjukkan bahwa dari sekian banyak petak tambak yang telah ada di desa Dasan Anyar saat ini belum semuanya dapat beroperasi maksimal, salah satu kendala yang dihadapi dan sekaligus menjadi harapan masyarakat adalah tersedianya aliran listrik yang memadai sebagai syarat utama dalam mengoptimalkan hasil usaha budidaya udang vaname.

Sebuah keyakinan tentu akan tumbuh pada diri masyarakat manakala pemerintah dan semua pihak bersinergi dalam mengelola potensi alam ini menjadi sebuah usaha berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Melalui design program pengembangan yang tepat sasaran maka akan semakin banyak masyarakat yang akan terlibat langsung dalam kegiatan budidaya, hingga pada akhirnya masyarakat itu pula yang akan menikmati hasil kerja kerasnya.(*)