Bersinar Di Pileg, PKS Dorong Kader Sendiri di Pilkada KSB

KMCNews, – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa Barat bisa jadi akan mendorong kadernya yang ada di Pusat yakni H.Andi Azisi Amin,SE.M.Sc sebagai kandidat Calon Bupati Sumbawa Barat pada Pilkada 2020 mendatang, dan tidak menutup kemungkinan pula kader yang ada di daerah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS KSB, Norvie Aperiansyani, ST,MA, kepada KMCNews menegaskan, meski demikian sejauh ini PKS KSB belum menerima keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS terkait dukungan politik terhadap siapapun.

“ Kami menilai prosesnya masih panjang, sementara Calon Anggota Dewan yang terpilih pun belum dilantik,”ujar Norvie, Kamis (27/6/19).

Pilkada KSB ditegaskan Norvie, menjadi momentum bagi PKS untuk mengambil bagian dalam kontestasi tersebut.

“ Kami memiliki stok kader yang pantas untuk diperhitungkan, baik kader di pusat ataupun kader lokal KSB yang secara kapasitas personal siap untuk di kontestasikan, Sayapun kalau diberikan mandat oleh Partai harus siap, Karena kita sudah dibiasakan dengan amanah, Kadang jadi pemimpin, besok jadi prajurit, Hal yang biasa dalam PKS,”tambahnya.

Sebagai salah satu Parpol yang cukup bersinar pada Pemilu 2019 lalu dengan meraih 3 kursi di Parlemen Tebet (DPRD KSB-red), 1 Kursi di DPRD NTB dan 1 kursi di DPR RI ditambah Gubernur NTB yang juga dari PKS, nampaknya membuat PKS cukup percaya diri untuk mengusung kadernya.Masalahnya kemudian dengan siapa akan berkoalisi masih menunggu proses lebih lanjut.

Menurut Norvie, PKS KSB diberikan ruang tersendiri dalam membangun komunikasi politik dengan siapa saja, dalam rangka menggali ide dan gagasan agar KSB kedepan lebih baik lagi, sejauh ini PKS baru sebatas silaturrahmi dengan sejumlah kandidat yang ada.

PKS KSB dalam menghadapi Pilkada KSB kedepan lebih lanjut dikatakan Norvie, akan membentuk Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) yang di SK kan oleh DPW PKS NTB.

“ Tim inilah nantinya akan menghimpun semua informasi, melakukan komunikasi politik dengan semua calon,Jadi santi sajalah, karena proses masih panjang tidak perlu buru-buru karena semuanya harus terukur, “tandasnya.(K-1)