Bantuan Gempa Minim, Warga Alas Mengeluh

KMCNews, Alas – Tidak meratanya pemberian bantuan logistik gempa yang disalurkan pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadi keluhan warga terdampak.

Di Kecamatan Alas Barat dan Alas Kota misalnya, korban gempa dikedua wilayah tersebut hampir merata sementara bantuan yang disalurkan hanya menyasar kepada salah satu pihak maupun wilayah tertentu saja.

” Ini tentu tidak adil. Perangkat pemerintah khususnya pemerintahan desa semestinya tanggap terhadap kebutuhan para korban gempa. Banyak warga yang mengeluh belum mendapatkan bantuan, sementara di wilayah lain sebegitu lancarnya menerima bantuan,” ungkap salah seorang penggiat LSM Kecamatan Alas Ruslan, SH, saat dikonfirmasi KMC News, Jumat (22/8) di Alas.

Di Kecamatan Alas, dia menyebut ada bebera Dusun yang belum sama sekali tersentuh bantuan. Semisal di Dusun Stoe Brang, Dusun Mutiara dan Dusun Karang Luar Desa Luar Kecamatan Alas.

” Ini fakta yang ada dilapangan. Kalaupun warga melihat ada banyak pengiriman bantuan yang datang, tetapi tidak pernah sampai kepada mereka. Beberapa hari ini, mereka hanya mendapat bantuan dari perorangan dan keluarga, yang memang sengaja datang karena prihatin dengan kondisi mereka, “ungkapnya.

Meski sudah melakukan inventarisasi kebutuhan logistic, aparatur desa maupun pemerintah Kecamatan di tambahkannya belum juga menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga. Padahal warga sudah berhari – hari lamanya tinggal dan tidur di tenda-tenda pengungsian dengan segala kekurangan dan keterbatasannya.

” Jangankan untuk kebutuhan sehari-sehari, tenda darurat atau terpal sekedar untuk melindungi warga terdampak dari sengatan matahari saja sama sekali tak disalurkan. Ini menandakan manajemen distribusi bantuan yang salah, sehingga perlu diperbaiki agar menjangkau titik lain yang juga tak kalah pariah kerusakannya, “imbuhnya.

Menurutnya, semua bentuk bantuan untuk para korban bencana alam harus tepat sasaran. Ini lantaran anggaran tanggap bencana yang disalurkan pemerintah cukup besar sehingga harus sampai ke tangan para korban bencana yang benar-benar terdampak.

” Jangan melulu di satu wilayah saja. Jangan juga ada pihak yang mengambil keuntungan dari penderitaan yang dialami korban. Penyalurannya harus jelas, merata dan berkeadilan,” cetusnya.

Ia kembali menegaskan yang mengetahui secara pasti apa yang menjadi kebutuhan urgent bagi warga terdampak gempa tentunya para aparatur setempat. Setelah melalui proses inventarisasi, bantuan logistic harus segera disalurkan agar tak menjadi pro kontra.

“Jangan lagi warga dipersulit dengan proses pendistribusian bantuan ini. Aparatur setempat juga harus dapat terbuka atas bantuan yang digalang dari bebagai wilayah. Ini agar tidak menimbulkan anggapan yang negatif, ” demikian Ruslan. (K. SZI/K D)