Bandel, Cafe Ilegal Di Perbatasan Sumbawa Dompu Di Seruduk Pol PP

KMCNews, Sumbawa Besar – Keberadaan sejumlah hiburan malam (cafe) ilegal di wilayah perbatasan sumbawa – Dompu kecamatan Tarano, telah mengganggu kenyamanan warga terlebih di dalam bulan suci ramadhan, sehingga terkesan tidak menghargai warga yang melaksanakan ibadah puasa.

Meski sudah ada kesepakatan semua pihak untuk menutup aktifitas Cafe di wilayah setempat yang berlangsung di kantor kecamatan Tarano Belum lama ini, namun hal itu sama sekali tidak diindahkan oleh pemilik usaha hiburan malam. Hal ini dibuktikan dengan diamankannya tiga Waitres oleh Tim Opgab Kecamatan Tarano baru baru ini.

Menurut Ketua BPD Desa Pidang Kecamatan Tarano, Abdul Aziz yang ditemui di Dinas Sat Pol PP Sumbawa belum lama ini mengaku jika masyarakat Desa Pidang tidak menginginkan adanya aktifitas Cafe di Wilayah setempat lantaran meresahkan masyarakat. Selain rawan aksi kriminal juga dikhawatirkan meningkatnya kegiatan prostitusi. Karena itu, pemerintah desa serta masyarakat Pidang meminta ketegasan pemerintah daerah serta realisasi apa yang sudah disepepakati dalam rapat bersama para pihak yang dipimpin Kasat Pol PP di kantor camat Tarano, ujar Azis didampingi beberapa warganya.

Kasat Pol PP, Mas”ud S.Sos membenarkan masih adanya aktifitas cafe remang remang di lokasi tersebut, hal itu terbukti dari hasil turun lapangan tim Opgab dan mengamankan tiga Waitres di lokasi cafe setempat. pihaknya kerap kali mendapat laporan warga bahwa lokasi tersebut masih aktif beroperasi dan belum ditutup.

“Warga setempat merasa kesal dan lokasi tersebut ingin dimusnakan dan dibakar, namun pihaknya tetap menghimbau agar tidak melakukan tidakan yang melanggar aturan”, tegas Mas’ud.

Ketiga Waitres yang diamankan tersebut, jika terbukti bersalah maka la akan berkoodinasi dengan dinas terkait untuk segera di kirim ke Panti Budi Rini Mataram. Ia berharap masyarakat Desa Pidang dan Tarano untuk menahan diri dan tidak melakukan tidakan yang tidak diinginkan, tandas Mas’ud. (Jim)