Awan Berpola Lurus apakah Pertanda Gempa?

KMCNews – Foto-foto awan membentuk pola lurus yang hubungkan dengan tanda-tanda gempa bumi. Apakah hal tersebut benar adanya?

Beberapa ilmuan luar negeri mencoba mencari anomali dari kejadian gempa-gempa besar beberapa tahun yang lalu. Salah satu yang dikaji adalah perubahan pola awan dan perubahan temperatur di bagian bawah lapisan atmosphere bumi.

Ada temuan menarik termasuk adanya pijaran awan atau awan yang membentuk seperti topan yang terjadi satu jam sebelum terjadinya tsunami akibat gempa bumi 9 SR di Jepang tahun 2011 lalu.

Pijatan awan ini kemungkinan terbentuk karena gempa bumi mengakibatkan patahan besar yang menyedot air laut ke dalamnya, patahan ini juga mampu menyedot awan yang berada diatasnya sehingga membentuk pola seperti cerobong atau pijaran yang lebih dikenal dengan nama plume.

Selain pijaran awan sebelum terjadi gempa bumi besar para ilmuan melakukan penelitian pada gempa bumi besar diatas 6 SR menggunakan citra satelit dan menemukan adanya peningkatan suhu permukaan disepanjang zona sesar atau megathrust sebelum terjadinya gempa bumi besar tapi kadang peningkatan suhu ini tidak terlalu siginifikan sehingga terganggu oleh atmosfer.

Jadi memang benar ada temuan anomali awan saat terjadi gempa bumi besar di Jepang tapi model awalnya bukan membentuk pola lurus tapi pola seperti cerobong.

Awan gempa tersebut terjadi disepanjang zona subduksi atau megathrust bukan diluar zona megathrust.Anomali awan tersebut terjadi bersamaan dengan gempa bumi bukan beberapa hari sebelum gempa bumi.

Disini bisa disimpulkan bahwa awan yang berpola lurus seperti yang dikhawatirkan sebagai pertanda gempa bumi besar ini tidak memiliki dasar ilmiah untuk terlalu dikhawatirkan.

Oleh : Kusnadi
(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Nusa Tenggara Barat)

%d bloggers like this: