Sumbawa Barat – Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Ir Lalu Muhammad Azhar menyampaikan agar masyarakat KSB waspada akan datangnya musim La-Nina menjelang akhir tahun 2021.

Berdasarkan monitoring BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.

“Kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina yang diprakirakan akan berlangsung akhir 2021 hingga Februari 2022,” kata Lalu Azhar saat menghadiri rapat kesiapan penanggulangan bencana alam di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD KSB, Rabu (8/12).

La Nina adalah fenomena di mana suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Pendinginan ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Dengan adanya potensi curah hujan pada periode musim hujan tersebut sekali lagi, maka Lalu Azhar meminta untuk seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjut dari curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana.

Walaupun di KSB tidak terjadi banjir seperti di Lombok dan di Bima tetapi Ia tetap mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung.

“Tentunya penanganan bencana ini tidak dapat dilakukan oleh BPBD saja tetapi TNI Polri dan masyarakat harus bersinergi,” katanya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Sumbawa Barat Iwan Sugiyanto SH, melalui Kasi Humas Ipda Eddy Soebandi SSos di Taliwang, Kamis (9/12) mengatakan, bahwa Polri siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi.

“Bila perlu posko penanganan bencana dan peralatan yang dibutuhkan harus siap untuk penanganan bencana yang tiba-tiba terjadi,” katanya.

Ia juga meminta agar Pemda TNI dan Polri segera menentukan titik lokasi yang berpotensi terjadinya bencana serta menentukan apa saja yang akan dilakukan jika tiba-tiba terjadi bencana.

“Kami siap mendukung dengan peralatan yang kami punya sehingga apapun yang menjadi kesulitan masyarakat dapat segera ditangani,” tandasnya.(K-iV)

Post ADS 1
Artikel sebelumyaFPMLT – KSB Gedor Amman Mineral Tuntut Libatkan Perusahaan Lokal Dalam Jual Scrab
Artikel berikutnyaHarapkan Pendekatan Pelayanan, Disnaker KSB Minta BP Jamsostek Buka Kantor di KSB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here