fbpx

AP2K Desak Pemkab KSB Tinjau Ulang Toko Modern

KMCNews – Sejumlah aktivis di Sumbawa Barat sepakat berhimpun dalam Aliansi Peduli Pedagang Kecil (AP2K), Aliansi dari sejumlah pegiat LSM di KSB tersebut, merasa perihatin dengan kondisi ekonomi saat ini terutama dengan keberadaan toko modern alfamart dan Indomaret.

Alex Samawa Daeng Pagela, juru bicara AP2K menilai, keberadaan toko modern sejak 4 tahun lalu membuat  pedagang kecil makin tersisih.

” Kami mendesak Pemerintah KSB segera meninjau ulang ijin Toko Modern yang ada,” tandas Alex kepada wartawan di Taliwang, Sabtu (6/7/19).

Ditegaskan Alex, AP2K dalam waktu dekat akan menginisiasi gerakan guna mendesak pemerintah untuk melakukan peninjauan ulang keberadaan toko modern ini.

Ditegaskannya, berdasarkan kondisi dari pantauan dilapangan keluhan pedagang kecil tak bisa terelakkan mereka merasa kondisinya makin sekarat.

” Karena itu, pemerintah harus memasang target jangka waktu untuk menyelesaikan masalah ini, jangan sampai ini jadi bom waktu dengan semakin bertambah pengusaha yang gulung tikar, kami akan terus kawal ini jika dalam waktu tertentu pemerintah tidak bisa mengatur regulasi dan solusi yang pas kami akan turun ke jalan,” tegasnya.

Disisi lain, secara terpisah Bulyadi H Bachtiar Sekretaris Jendral, Front Pemuda Taliwang (FPT) berpandangan, keberadaan alfamart dan Indomaret memiliki sisi positif, namun yang harus dipantau adalah keberadaannya yang secara kwantitas jumlahnya banyak sehingga mematikan pedagang kecil.

” Kita tidak anti dengan toko modern ini, tapi keberadaannya perlu di evaluasi, di salah satu ruas jalan di dalam Kota Taliwang misalnya jumlahnya banyak, sementara kita tahu jumlah  penduduk KSB secara umum saja jumlahnya tidak banyak, bagaimana tidak pedagang kecil merasa tersisih,” ujar Bulyadi, yang didampingi Tony Marga Ketua FPT.

FPT mengingatkan Pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala terhadap toko modern tersebut, idealnya dalam satu kelurahan atau ruas jalan cukup ada 1 titik.

” Kalau alasan tenaga kerja,  jika sudah di evaluasi jumlahnya satu titik bisa membuka 24 jam sehingga tidak terjadi pengurangan tenaga kerja,” ujar Bulyadi.

Sorotan terhadap keberadaan toko modern ini tidak saja dari sisi kuantitas tetapi menurut Bachtiar,  secara kwalitas juga patut dipertanyakan misalnya CSR nya seperti apa, ini juga patut diterangkan arahnya kemana dan ada atau tidaknya.

” Pemerintah harus bertanggung jawab melihat persoalan ini, harus terbuka terkait CSR,” demikian pungkas Bulyadi. (K-2)

Leave a Reply

%d bloggers like this: