Andy Saputra : Kita Dukung Kejaksaan Tak di Kendalikan Kekuasaan Politik

KMCNews – Tokoh Pers dan Pengamat Kebijakan Publik Sumbawa Barat, mendukung Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta Jaksa Muda Pengawas (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk mengawasi oknum Jaksa dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) agar terbebas dan tidak dikendalikan kekuasaan politik tertentu, utamanya jelang Pilkada.

Ini dimaksudkan agar, institusi terus menjaga netralitas dan profesionalitas Jaksa dalam menangani perkara atau laporan masyarakat utamanya berkenaan kasus korupsi.

“Kita dukung penguatan netralitas di tubuh Adiyaksa dan meminta Jamwas Kajati NTB dan Kejagung menindak tegas oknum jaksa serta Kajari yang justru terbukti berkoalisi dengan kepentingan politik tertentu menjelang Pilkada ini,” kata Andy Saputra, kepada KMCNews, Selasa (28/6).

Netralitasi aparat penegak hukum sangat dibutuhkan untuk menjaga Pilkada damai dan kondusif. Masyarakat juga butuh diberi ruang atau partisipasi yang besar guna mencegah kerugian negara dan menegakkan hukum.

Andy meminta Kejaksaan NTB memonitor sejumlah perkara korupsi yang di tangani kejaksaan negeri di daerah, utamanya di Sumbawa Barat. Ia mengingatkan bahwa buruknya persepsi publik bisa menanggu tugas tugas penegakkan hukum yang dilakukan kejaksaan negeri.

“Institusi Kejaksaan dan Kepolisian sudah indeks kepercayaannya terus meningkat. Ini harusnya di jaga. Jangan sampai semnagat rakyat membantu melaporkan kasus dugaan korupsi justru dicoreng oknum Jaksa dan Pejabat kejaksaan yang menggadai nurani serta jabatan demi mengamankan kepentingan tertentu,” terangnya.

Andy berharap Kejaksaan di daerah lebih profesional, menjaga kepercayaan rakyat dan melindungi serta menghormati laporan korupsi warga. Tidak boleh ada upaya upaya menolak apalagi mengaburkan kasus korupsi atau pelanggaran hukum seolah olah pelanggaran administrasi yang diselesaikan lembaga audit saja.

“Ini yang kita harap penyidik kejaksaan hati hati. Termasuk Kajari. Jika unsur pidana korupsi yang dilaporkan, janganlah dibuat seolah ini administrasi keuangan saja. Misalnya mengembalikan kerugian padahal unsur tipikornya memenuhi syarat,” demikian, Andy.(K-1)