oleh

Amman Mineral Sebut Butuh Tenaga Kerja Sekitar 2.700 Tahap Konstruksi Smelter

Foto : Presiden Direktur PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) Rachmat Makkasau dilaporkan secara khusus melakukan pertemuan dengan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Bahas Soal Pembangunan Smelter.(Sumber Fanspage : Amman Mineral)

Sumbawa Barat – Kabar pembangunan Smelter  perusahaan Amman Mineral menjadi harapan bagi tenaga kerja lokal Sumbawa Barat khususnya dan Nusa Tenggara Barat umumnya, seperti diketahui belum lama ini petinggi Amman Mineral dikabarkan telah menandatangai kesepakatan dengan sejumlah perusahaan untuk memulai pembangunan Smelter.

Bahkan kabar teranyar seperti dilansir KMCNews dari laman resmi media social perusahaan ini, dalam rangka memulai konstruksi proyek smelter, Presiden Direktur PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) Rachmat Makkasau dilaporkan secara khusus melakukan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Bang Zul Zulkieflimansyah dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M.

Disebutkan pertemuan yang dilakukan secara terpisah tersebut, membicarakan tahapan konstruksi dan kebutuhan tenaga kerja.

Presiden Direktur PT AMIN, Rachmat Makkasau, menjelaskan bahwa fokus pada enam bulan pertama adalah pembangunan fasilitas akomodasi untuk karyawan dan fasilitas pendukung proyek.

Untuk pembangunan tahap awal ini dibutuhkan sekitar 100 tenaga kerja. Berikutnya kebutuhan tenaga kerja untuk tahap konstruksi akan bervariasi seiring dengan perkembangan proyek, di mana penyerapan karyawan diperkirakan adalah sekitar 2.700 orang pada proses konstruksi.

“Angka ini tentunya akan bervariasi sesuai dengan perkembangan proyek dan tentunya akan menurun menjelang akhir konstruksi yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2023,” masih kata Rachmat Makasau, seperti disampaikan dalam laman Facebook resmi Amman Mineral, Kamis (20/1/2022).

Rencana pembangunan Smelter atau pengolahan konsentrat hasil tambang Amman Mineral itu sudah sejak 5 tahun terakhir, perusahaan ini beberapa kali menargetkan pembangunan Smelternya rampung namun beberapa kali molor dari rencana semula.

Namun dengan melihat progress pembangunan smelter seperti telah rampungnya pembebasan lahan di otak keris sebagai pusat pabrik smelter dan adanya kesepakan dengan dua kontraktor besar untuk proyek Smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) AMMAN.

Seperti dilaporkan sebelumnya, penandatanganan kontrak tersebut turut disaksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Bang Zul Zulkieflimansyah dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M.

Penandatangan kontrak pertama dilakukan oleh AMIN dan China Non-ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd (NFC), yang akan bertindak sebagai kontraktor utama penyedia berbagai material serta peralatan untuk fasilitas Smelter dan PMR berkapasitas 0,9 juta ton per tahun (mtpa).

Penandatanganan kontrak kedua bersama PT Pengembangan Industri Logam (PT PIL Indonesia), sebagai penanggung jawab berbagai jenis pekerjaan seperti desain, konstruksi sipil, komisioning, hingga peningkatan kapasitas desain pabrik.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya